<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-5831510211230109893</id><updated>2012-02-16T13:10:22.683-08:00</updated><category term='1 jan bukan tahun baru'/><category term='Republik BBM'/><category term='Qolbu'/><category term='sains'/><category term='Tiga Pilar Daerah Kerja'/><category term='sekolah'/><category term='Dangke'/><category term='Kebohongan Ahmadiyah'/><category term='Penalaran-KU'/><category term='galileo dan lebaran ramadhan'/><category term='ahmadiyah NonMuslim atau BubarKAN'/><title type='text'>KopralFajar</title><subtitle type='html'>Tahta untuk Rakyat</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://andifajarasti.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5831510211230109893/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://andifajarasti.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>andifajarasti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00652890503651153347</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_bK8cG64nMw0/R4hkgmDcPEI/AAAAAAAAADs/rYJZOZHPbVk/S220/Copy+of+SA403244.JPG'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>14</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5831510211230109893.post-8407816577356854775</id><published>2008-01-15T21:32:00.000-08:00</published><updated>2008-01-15T21:34:29.569-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kebohongan Ahmadiyah'/><title type='text'>12 PERYATAAN KEBOHONGAN AHMADIYAH</title><content type='html'>12 PERYATAAN BOHONGAN AHMADIYAH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh: H.M. Amin Jamaluddin *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Berbagai aliran sesat sudah terbiasa menggunakan kiat-kiat untuk&lt;br /&gt;mengelabui dan membohongi masyarakat dalam menyebarluaskan&lt;br /&gt;paham-pahamnya. Berbagai kebohongan, pengaburan, dan tipu daya juga&lt;br /&gt;seringkali dimunculkan dalam kasus seputar Ahmadiyah. Pada tanggal 3&lt;br /&gt;Januari 2008, Jemaat Ahmadiyah Indonesia berkirim surat berupa&lt;br /&gt;"Ringkasan Penjelasan tentang Jemaat Ahmadiyah Indonesia" kepada&lt;br /&gt;Azyumardi Azra di kantor Sekretariat Wakil Presiden.&lt;br /&gt;Tulisan ringkas berikut ini merupakan jawaban-jawaban ringkas dan jitu&lt;br /&gt;untuk meluruskan beberapa penjelasan kaum Ahmadiyah, seperti dalam&lt;br /&gt;surat mereka ke Azyumardi Azra di kantor Wapres tersebut. Berikut ini&lt;br /&gt;beberapa penjelasan Ahmadiyah dan jawaban kita. Ahmadiyah mengatakan:&lt;br /&gt;1. "Syahadat kami adalah syahadat yang diajarkan oleh Nabi Muhammad&lt;br /&gt;SAW yang berbunyi: "Asyhadu anlaa-ilaaha illallahu wa asyhadu anna&lt;br /&gt;Muhammadar Rasulullah."&lt;br /&gt;Jawab :&lt;br /&gt;Kita perlu berhati-hati dan mencermati pengakuan semacam itu. Sejak&lt;br /&gt;berdirinya, Jemaat Ahmadiyah sudah mengaburkan makna syahadat,&lt;br /&gt;meskipun lafalnya sama dengan syahadat orang Islam. Kaum Ahmadiyah&lt;br /&gt;mengklaim bahwa Mirza Ghulam Ahmad adalah juga Muhammad dan Rasul&lt;br /&gt;Allah. Simaklah buku Memperbaiki Kesalahan (Eik Ghalthi Ka Izalah),&lt;br /&gt;karya Mirza Ghulam Ahmad, yang dialih bahasakan oleh H.S. Yahya Ponto,&lt;br /&gt;(terbitan Jamaah Ahmadiyah cab. Bandung, tahun 1993). Di situ tertulis&lt;br /&gt;penjelasan terhadap ayat al-Quran berikut ini:&lt;br /&gt;ãÍãÏ ÑÓæá Çááå æÇáÐíä ãÚå ÃÔÏÇÁ Úáì&lt;br /&gt; ÇáßÝÇÑ ÑÍãÇÁ Èíäåã ...&lt;br /&gt;Dalam buku ini, Mirza Ghulam Ahmad menjelaskan, siapa yang dimaksud&lt;br /&gt;dengan "Muhammad" dalam ayat tersebut, yakni: "Dalam wahyu ini Allah&lt;br /&gt;SWT menyebutku Muhammad dan Rasul…(hal. 5).&lt;br /&gt;Jadi, inilah perbedaan keimanan yang sangat mendasar antara Ahmadiyah&lt;br /&gt;dengan orang Muslim. Sebab, bagi umat Islam, kata Muhammad dalam&lt;br /&gt;syahadat, adalah Nabi Muhammad saw yang lahir di Mekkah, bukan yang&lt;br /&gt;lahir di India. Lebih jauh lagi, dikatakan dalam buku ini:&lt;br /&gt;"Dan 20 tahun yang lalu, sebagai tersebut dalam kitab Barahin&lt;br /&gt;Ahmadiyah Allah Taala sudah memberikan nama Muhammad dan Ahmad&lt;br /&gt;kepadaku, dan menyatakan aku wujud beliau juga." (Hal. 16-17). "…..&lt;br /&gt;Dalam hal ini wujudku tidak ada, yang ada hanyalah Muhammad Musthafa&lt;br /&gt;SAW, dan itulah sebabnya aku dinamakan Muhammad dan Ahmad." (Hal. 25)&lt;br /&gt;Dalam Majalah Bulanan resmi Ahmadiyah "Sinar Islam" edisi 1 Nopember&lt;br /&gt;1985 (Nubuwwah 1364 HS), rubrik "Tadzkirah", disebutkan:&lt;br /&gt;"Dalam wahyu ini Tuhan menyebutkanku Rasul-Nya, karena sebagaimana&lt;br /&gt;sudah dikemukakan dalam Brahin Ahmadiyah, Tuhan Maha Kuasa telah&lt;br /&gt;membuatku manifestasi dari semua Nabi, dan memberiku nama mereka. Aku&lt;br /&gt;Adam, Aku Seth, Aku Nuh, Aku Ibrahim, Aku Ishaq, Aku Ismail, Aku&lt;br /&gt;Ya'qub Aku Yusuf, Aku Musa, Aku Daud, Aku Isa, dan Aku adalah&lt;br /&gt;penjelmaan sempurna dari Nabi Muhammad SAW, yakni aku adalah Muhammad&lt;br /&gt;dan Ahmad sebagai refleksi. (Haqiqatul Wahyi, h. 72)." (Hal. 11-12)&lt;br /&gt;Sekali lagi, yang menjadi masalah adalah bahwa bagi kaum Ahmadiyah,&lt;br /&gt;Mirza Ghulam Ahmad juga mengaku sebagai Muhammad saw, sebagaimana&lt;br /&gt;disebutkan sebelumnya. Bahkan, dalam buku Ajaranku, Hadhrat Mirza&lt;br /&gt;Ghulam Ahmad a.s., Yayasan Wisma Damai, Bogor, cetakan keenam,1993,&lt;br /&gt;disebutkan: "….. di dalam syariat Muhammad s.a.w akulah Masih Mau'ud.&lt;br /&gt;Oleh karena itu aku menghormati beliau sebagai rekanku ….." (Hal. 14)&lt;br /&gt;Ahmadiyah mengatakan;&lt;br /&gt;2. "Kitab Suci kami hanyalah Al Qur'anul Karim." Ahmadiyah juga&lt;br /&gt;mengatakan, bahwa "Tadzkirah" bukanlah kitab suci mereka, tetapi&lt;br /&gt;merupakan pengalaman rohani Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad yang&lt;br /&gt;dikumpulkan dan dibukukan serta diberi nama Tadzkirah oleh pengikutnya&lt;br /&gt;pada tahun 1935 (27 tahun setelah Mirza Ghulam Ahmad meninggal dunia&lt;br /&gt;tahun 1908).&lt;br /&gt;Jawab :&lt;br /&gt;Penjelasan Ahmadiyah ini juga tidak sesuai dengan kenyataan. Dalam&lt;br /&gt;kitab Tadzkirah yang asli tertulis di lembar awalnya kata-kata berikut&lt;br /&gt;ini: "TADZKIRAH YA'NI WAHYU MUQODDAS", artinya TADZKIRAH adalah WAHYU&lt;br /&gt;SUCI. Jadi, kaum Ahmadiyah jelas menganggap bahwa kitab Tadzkirah&lt;br /&gt;adalah "wahyu yang disucikan". Karena itu, sangat tidak benar jika&lt;br /&gt;mereka tidak mengakuinya sebagai Kitab Suci. Sangat jelas, mereka&lt;br /&gt;memiliki kitab suci lain, selain al-Quran, yaitu kitab Tadzkirah.&lt;br /&gt;Tentu saja, umat Islam seluruh dunia menolak dengan tegas, bahwa&lt;br /&gt;setelah Nabi Muhammad saw, ada nabi lagi, atau ada orang yang menerima&lt;br /&gt;wahyu dari Allah SWT. Dalam buku Apakah Ahmadiyah itu? Karangan HZ.&lt;br /&gt;Mirza Bashiruddin Mahmud Ahmad disebutkan:&lt;br /&gt;"Hadhrat Masih Mau'ud a.s tampil ke dunia dan dengan lantangnya&lt;br /&gt;menyatakan, bahwa Allah Ta'ala bercakap-cakap dengan beliau dan bukan&lt;br /&gt;dengan diri beliau saja, bahkan Dia bercakap-cakap dengan orang-orang&lt;br /&gt;yang beriman kepada beliau serta mengikuti jejak beliau, mengamalkan&lt;br /&gt;pelajaran beliau dan menerima petunjuk beliau. Beliau berturut-turut&lt;br /&gt;mengemukakan kepada dunia Kalam Ilahi yang sampai kepada beliau dan&lt;br /&gt;menganjurkan kepada para pengikut beliau, agar mereka pun berusaha&lt;br /&gt;memperoleh ni'mat serupa itu." (hal. 63-64).&lt;br /&gt;3. "Kami warga Jemaat Ahmadiyah tidak pernah dan tidak akan&lt;br /&gt;mengkafirkan orang Islam di luar Ahmadiyah, baik dengan kata-kata&lt;br /&gt;maupun perbuatan."&lt;br /&gt;Jawab :&lt;br /&gt;Pengakuan kaum Ahmadiyah ini pun nyata-nyata tidak sesuai dengan fakta&lt;br /&gt;yang ada pada buku-buku dan terbitan mereka. Dalam buku Amanat Imam&lt;br /&gt;Jemaat Ahmadiyah Khalifatul Masih IV Hazrat Mirza Tahir Ahmad Pada&lt;br /&gt;Peringatan Seabad Jemaat Ahmadiyah Tahun 1989 terbitan Panita Jalsah&lt;br /&gt;Salanah 2001, 2002 Jemaat Ahmadiyah Indonesia, disebutkan:&lt;br /&gt;"Saya bersaksi kepada Tuhan Yang MahaKuasa dan Yang Selamanya Hadir&lt;br /&gt;bahwa seruan Ahmadiyah tidak lain melainkan kebenaran. Ahmadiyah&lt;br /&gt;adalah Islam dalam bentuknya yang sejati. Keselamatan umat manusia&lt;br /&gt;bergantung pada penerimaan agama damai ini." (Hal. 6)&lt;br /&gt;"Bilakhir, perkenankanlah saya dengan tulus ikhlas mengetuk hati anda&lt;br /&gt;sekalian sekali lagi agar sudi menerima seruan Juru Selamat di akhir&lt;br /&gt;zaman ini." (Hal. 10)&lt;br /&gt;Bahkan, Ahmadiyah punya istilah sendiri untuk menamai para pengikut&lt;br /&gt;ajarannya, dengan tujuan membedakan diri dari orang-orang Islam&lt;br /&gt;lainnya:&lt;br /&gt;Dalam buku Riwayat Hidup Mirza Ghulam Ahmad - Imam Mahdi dan Masih&lt;br /&gt;Mau'ud Pendiri Jemaat Ahmadiyah, Mirza Bashiruddin Mahmud Ahmad,&lt;br /&gt;Jemaat Ahmadiyah Indonesia, cetakan kedua, 1995, disebutkan:&lt;br /&gt;"Pada tahun 1901, akan diadakan sensus penduduk di seluruh India. Maka&lt;br /&gt;Hazrat Ahmad as. menerbitkan sebuah pengumuman kepada seluruh pengikut&lt;br /&gt;beliau untuk mencatatkan diri dalam sensus tersebut sebagai Ahmadi&lt;br /&gt;Muslim. Yakni, pada tahun itulah Hazrat Ahmad as. telah menetapkan&lt;br /&gt;nama Ahmadi bagi para pengikut beliau as., untuk membedakan diri dari&lt;br /&gt;orang-orang Islam lainnya." (Hal. 47)&lt;br /&gt;Kaum Ahmadiyah juga menyebut, jemaat mereka adalah laksana perahu Nabi&lt;br /&gt;Nuh yang menyelamatkan. Yang tidak ikut perahu itu akan tenggelam.&lt;br /&gt;Dalam Majalah Bulanan resmi Ahmadiyah "Sinar Islam" edisi 1 Juli 1986&lt;br /&gt;(Wafa 1365 HS), pada salah satu tulisan dengan judul Ahmadiyah&lt;br /&gt;Bagaikan Bahtera Nuh Untuk Menyelamatkan Yang Berlayar Dengannya, oleh&lt;br /&gt;Hazrat Mirza Tahir Ahmad, Khalifatul Masih IV, dinyatakan:&lt;br /&gt;"Aku ingin menarik perhatian kalian kepada sebuah bahtera lainnya yang&lt;br /&gt;telah dibuat di bawah mata Allah dan dengan pengarahanNya. Kalian&lt;br /&gt;adalah bahtera itu, yakni Jemaat Ahmadiyah. Masih Mau'ud a.s. diberi&lt;br /&gt;petunjuk oleh Allah melalui wahyu yang diterimanya bahwa beliau&lt;br /&gt;hendaklah mempersiapkan sebuah Bahtera. Bahtera itu adalah Jemaat&lt;br /&gt;Ahmadiyah yang telah mendapat jaminan Allah bahwa barang siapa&lt;br /&gt;bergabung dengannya akan dipelihara dari segala kehancuran dan&lt;br /&gt;kebinasaan.".………….&lt;br /&gt;"Ini adalah suatu pelajaran lain yang hendaknya diperhatikan oleh&lt;br /&gt;anggota-anggota Jemaat. Sungguh terdapat jaminan keamanan bagi mereka&lt;br /&gt;yang menaiki Bahtera Nuh, baik bagi para anggota keluarga Masih Mau'ud&lt;br /&gt;a.s. maupun bagi orang-orang yang, meskipun tidak mempunyai hubungan&lt;br /&gt;jasmani dengannya, menaiki Bahtera itu dengan jalan mengikuti ajaran&lt;br /&gt;beliau". ………….&lt;br /&gt;"Semoga Allah memberi kemampuan kepada kita untuk melindungi Bahtera&lt;br /&gt;ini dengan sebaik-baiknya, dengan ketakwaan dan ketabahan yang&lt;br /&gt;sempurna, dan dengan kebenaran yang sempurna – Bahtera yang telah&lt;br /&gt;dibina demi keselamatan seluruh dunia. Amin!". (Hal. 12, 13, 16, 30)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesimpulan:&lt;br /&gt;Kita jangan mudah tertipu dengan penjelasan-penjelasan yang tampak&lt;br /&gt;indah, padahal, dunia Islam sejak dulu sudah tahu, apa dan bagaimana&lt;br /&gt;sebenarnya ajaran Ahmadiyah. Intinya, mereka mengakui Mirza Ghulam&lt;br /&gt;Ahmad sebagai Nabi, Isa al-Mau'ud, dan Imam Mahdi. Mereka juga tidak&lt;br /&gt;mau bermakmum kepada orang Islam dalam shalat, karena orang Islam&lt;br /&gt;tidak mengimani Mirza Ghulam Ahmad sebagai Nabi.&lt;br /&gt;Jadi, antara Islam dan Ahmadiyah memang ada perbedaan dalam masalah&lt;br /&gt;keimanan. Oleh sebab itulah, berbagai fatwa lembaga-lembaga Islam&lt;br /&gt;internasional sudah lama menyatakan, bahwa Ahmadiyah adalah aliran&lt;br /&gt;sesat dan menyesatkan. Kita berharap para pejabat dan cendekiawan kita&lt;br /&gt;tidak mudah begitu saja menerima penjelasan Ahmadiyah, tanpa melakukan&lt;br /&gt;penelitian yang mendalam. Sebab, tanggung jawab mereka bukan saja di&lt;br /&gt;dunia, tetapi juga di akhirat. Kita hanya mengingatkan mereka,&lt;br /&gt;tanggung jawab kita masing-masing di hadapan Allah SWT.&lt;br /&gt;Penulis adalah Ketua Lembaga Penelitian dan Pengkajian Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KONSPIRASI KAFIR LIBERAL&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12 butir pernyataan yang dibacakan Jemaah Ahmadiyah Indonesia (JAI),&lt;br /&gt;ditengari murni rumusan Kabalitbang Depag, Atho Mudzhar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernyataan ini disampaikan oleh Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI),&lt;br /&gt;KH. Cholil Ridwan. Kepada www.hidayatullah.com, Kiai Cholil&lt;br /&gt;mengatakan,  ke 12 pernyataan tentang rujuknya Ahmadiyah itu cuma&lt;br /&gt;permainan saja. Menurutnya,  semua butir pernyataan tersebut tidak&lt;br /&gt;keluar dari pihak Jemaah Ahmadiyah Indonesia (JAI) sendiri, tapi murni&lt;br /&gt;rumusan Kabalitbang Depag, Atho Mudzhar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Itu hanya konspirasi. Atho Mudzhar yang bikin itu, lalu ditawarkan ke&lt;br /&gt;Ahmadiyah untuk ditandatangani," ujar Cholil Ridwan kepada&lt;br /&gt;www.hidayatullah.com via telepon tadi malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cholil melanjutkan, sebenarnya Atho Mudhzar sudah berjanji untuk&lt;br /&gt;memberikan ke 12 butir pernyataan itu kepada MUI untuk dipertimbangkan&lt;br /&gt;sebelum dibahas di Rapat Bakor PAKEM. Tapi nyatanya, MUI baru mendapat&lt;br /&gt;salinan pernyataan itu kemarin malam. Sedang esok paginya (tadi pagi&lt;br /&gt;15/1, red) Balitbang Depag sudah langsung mengadakan jumpa pers. Lalu&lt;br /&gt;siangnya, Bakor Pakem rapat dan langsung mengumumkan hasilnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jadi MUI tidak ada kesempatan untuk memberikan tanggapan," kata&lt;br /&gt; Cholil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keterlibatan Kelompok "Liberal"?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cholil mengatakan, dirinya sudah mencium adanya ketidakinginan dari&lt;br /&gt;pemerintah untuk melarang dan membubarkan Ahmadiyah. Sebab pada akhir&lt;br /&gt;pekan lalu, dirinya bersama Ketua Komisi Fatwa MUI, KH Ma'ruf Amin&lt;br /&gt;diundang rapat dadakan soal Ahmadiyah di rumah Wakil Presiden. Rapat&lt;br /&gt;dadakan itu juga dihadiri Menteri Agama, Kabalitbang Depag, juga&lt;br /&gt;Deputi Seswapres Bidang Kesra, Azyumardi Azra.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada rapat itu Atho Mudzhar menawarkan 12 pernyataan itu. MUI&lt;br /&gt;keberatan, karena tidak ada satu butir pun dari pernyataan itu yang&lt;br /&gt;dengan tegas menyatakan pengingkaran Ahmadiyah terhadap kenabian Mirza&lt;br /&gt;Ghulam Ahmad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cholil juga menilai beberapa butir pernyataan itu bersifar karet.&lt;br /&gt;Seperti pada butir ke 5 pasal a. Bunyinya, Tidak ada wahyu syariat&lt;br /&gt;setelah Al-Qur'anul Karim yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW.&lt;br /&gt;Menurut Cholil, ini bisa saja ditafsirkan, bahwa para pengikut&lt;br /&gt;Ahmadiyah mengakui tidak ada wahyu syariat yang turun setelah Nabi&lt;br /&gt;Muhammad. Tapi mereka tetap meyakini wahyu yang tidak bersifat syariat&lt;br /&gt;yang dibawa Mirza Ghulam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cholil juga mempermasalahkan poin yang menyebutkan masalah baiat&lt;br /&gt;Ahmadiyah. Di situ sebutkan, bahwa yang maksud "Rasulullah" dalam 10&lt;br /&gt;baiat JAI adalah Muhammad. Tapi mereka tidak mengatakan Mirza Ghulam&lt;br /&gt;itu bukan Nabi. "Hal itulah yang dimaksud pasal karet," tegas Cholil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cholil juga mempermasalahkan beberapa nama yang ikut dalam&lt;br /&gt;penandatangan pernyataan JAI tersebut. "Seperti Azyumardi Azra, dia&lt;br /&gt;kan orang liberal. Lalu Agus Miftah. Ada urusan apa dia ngurusin ini?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cholil menambahkan,  Amin Djamaluddin, dari Komisi Pengkajian dan&lt;br /&gt;Pengembangan MUI menyatakan siap untuk debat terbuka dengan Atho&lt;br /&gt;Mudzhar dan siapa pun juga tentang masalah kesesatan Ahmadiyah ini.&lt;br /&gt;[surya/www.hidayatullah.com]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan Pernah Merasa Tahu Segalanya, Perhatikan Dunia dan Taklukkan.&lt;br /&gt; Anda Akan Tahu Betapa Indahnya Alam Semesta&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5831510211230109893-8407816577356854775?l=andifajarasti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://andifajarasti.blogspot.com/feeds/8407816577356854775/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5831510211230109893&amp;postID=8407816577356854775&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5831510211230109893/posts/default/8407816577356854775'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5831510211230109893/posts/default/8407816577356854775'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://andifajarasti.blogspot.com/2008/01/12-peryataan-kebohongan-ahmadiyah.html' title='12 PERYATAAN KEBOHONGAN AHMADIYAH'/><author><name>andifajarasti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00652890503651153347</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_bK8cG64nMw0/R4hkgmDcPEI/AAAAAAAAADs/rYJZOZHPbVk/S220/Copy+of+SA403244.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5831510211230109893.post-6833732811508582530</id><published>2008-01-11T22:14:00.000-08:00</published><updated>2008-12-11T09:58:32.831-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ahmadiyah NonMuslim atau BubarKAN'/><title type='text'>Cara Jitu Mengatasi Pro-Kontra AHMADIYAH</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_bK8cG64nMw0/R4hcgmDcPCI/AAAAAAAAADg/t8blCwMpn_I/s1600-h/images2.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_bK8cG64nMw0/R4hcgmDcPCI/AAAAAAAAADg/t8blCwMpn_I/s320/images2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5154471488566082594" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ahmadiyah dan Religious Freedom&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rabu, 09 Januari 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Altenatif terbaik bagi Ahmadiyah adalah; keluar dari Islam atau&lt;br /&gt;mengakui Nabi Mummad sebagai Nabi terakhir. Jika tidak, akan terus&lt;br /&gt;timbul reaksi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh: andi fajar asti&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari Senin, 7 Januari kemarin, saya menerima kunjungan rombongan&lt;br /&gt;pengurus Ahmadiyah USA yang tergabung dalam sebuah organisasi&lt;br /&gt;Ahmadiyah Movement in Islam, Inc. Saya menerima mereka dalam kapasitas&lt;br /&gt;saya mendampingi staf PTRI New York, mewakili pemerintah, untuk&lt;br /&gt;mendengarkan keluhan dan uneg-uneg mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada intinya kunjungan mereka tidak membawa sesuatu yang istimewa.&lt;br /&gt;Semuanya adalah menyampaikan apa yang sudah pernah dimuat oleh&lt;br /&gt;berbagai media massa tentang (isu) kekerasan-kekerasan yang dialami&lt;br /&gt;oleh warga Ahmadiyah di beberapa daerah di Indonesia seperti Parung,&lt;br /&gt;Bogor , Padang , dll. Pada intinya, mereka mengutuk&lt;br /&gt;peristiwa-persitiwa tersebut dan mendesak pemerintah RI untuk membawa&lt;br /&gt;pelakunya ke meja hijau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rupanya beberapa anggota pengurus Ahmadiyah, tanpa saya sadari, sudah&lt;br /&gt;mengenal saya. Mereka mengenal saya dari acara Pre- Ramadan Conference&lt;br /&gt;di kepolisian New York setiap menjelang Ramadan. Saya kebetulan memang&lt;br /&gt;seringkali menjadi salah seorang pembicara pada acara tersebut, yang&lt;br /&gt;juga dihadiri oleh perwakilan Ahmadiyah yang juga dianggap Muslim oleh&lt;br /&gt;kepolisian New York&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah basa basi ala diplomat, pembicaraan menjurus kemudian kepada&lt;br /&gt;(isu) kekerasan-kekerasan yang dialami oleh warga Ahmadiyah di&lt;br /&gt;Pakistan. Perlu diketahui, Ahmadiyah adalah pergerakan yang secara&lt;br /&gt;institusi terlarang di Pakistan dan pengikutnya tidak dianggap bagian&lt;br /&gt;dari masyarakat Muslim. Tegasnya, mereka dengan keyakinannya yang&lt;br /&gt;keluar dari Al-Quran dan As Sunnah dianggap keluar dari agama Islam&lt;br /&gt;dan karenanya dianggap non Muslim minoritas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penetapan warga Ahmadiyah di Pakistan sebagai non Muslim justeru&lt;br /&gt;dilakukan oleh pemerintahan yang tidak berafiliasi ke Islam ketika&lt;br /&gt;itu, yaitu pemerintahan Perdana Menteri Zulfikar Ali Bhutto, ayah&lt;br /&gt;mendiang Benazir Bhutto, pada tahun 1974. Keputusan tegas dan besar&lt;br /&gt;ini terjadi hanya setahun setelah Zulfikar Ali Bhutto menduduki&lt;br /&gt;jabatannya sebagai PM Pakistan. Sejak itu pula Ahmadiyah di Pakistan&lt;br /&gt;merupakan organisasi terlarang, tapi pengikutnya tetap bebas&lt;br /&gt;menjalankan keyakinannya secara pribadi-pribadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya, sejak awal mendengarkan mereka, hati saya sudah hampir&lt;br /&gt;memberontak. Pasalnya, sejak semula mereka secara tidak langsung&lt;br /&gt;menuduh ulama-ulama Indonesia sebagai radikal (dengan istilah mullah)&lt;br /&gt;dan melanggar HAM. Lebih dari itu, dengan membandingkan antara&lt;br /&gt;kejadian-kejadian di Pakistan dan Indonesia, mereka seolah menuduh&lt;br /&gt;bahwa pemerintah Indonesia mengabaikan HAM dan bahkan ikut mendukung&lt;br /&gt;kekerasan-kekerasan yang dilakukan oleh apa yang disebutnya sebagai&lt;br /&gt;anggota radikal dari komunitas Muslim Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puncaknya ketika mereka menuduh ulama-ulama Pakistan, termasuk Abu&lt;br /&gt;A'la Maududi, sebagai ulama-ulama pembunuh dan menganjurkan&lt;br /&gt;pengikutnya untuk membunuh orang-orang Islam lainnya yang tidak&lt;br /&gt;sejalan dengan idiologi mereka. Ternyata mereka sudah memiliki&lt;br /&gt;cuplikan-cuplikan yang diambil dari berbagai sumber mengenai mereka.&lt;br /&gt;Setelah saya perhatikan seraya beradu argumentasi, saya temukan bahwa&lt;br /&gt;cuplikan-cuplikan yang mereka pegangi untuk menyerang para ulama sunni&lt;br /&gt;itu diambil sepotong-sepotong dan ditafsirkan secara salah untuk&lt;br /&gt;membenarkan argumentasi mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada akhirnya, pertemuan itu tidak lagi bercirikan diplomasi tapi&lt;br /&gt;cukup memanas dengan argumentasi keagamaan dan rasionalitas. Dari&lt;br /&gt;semua argumentasi yang mereka berikan, hanya satu hal dapat diterima.&lt;br /&gt;Yaitu bukankah semua manusia memiliki hak untuk mengikuti keyakinan&lt;br /&gt;masing-masing? Dengan kata lain, kata kunci "religious freedom"&lt;br /&gt;menjadi satu-satunya alasan yang dipakai untuk membela eksistensi&lt;br /&gt;mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Isu kebebasan beragama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhir-akhir ini memang cukup banyak tokoh Muslim yang tiba-tiba tampil&lt;br /&gt;menjadi "champion of religious freedom". Mungkin mereka ikhlas membela&lt;br /&gt;apa yang dipersepsikan oleh umum, khususnya barat, sebagai masyarakat&lt;br /&gt;lemah (marginalized) , atau boleh jadi juga karena membela masyarakat&lt;br /&gt;yang dipersepsikan termarjinalkan itu memang "rewarding". Tentu maksud&lt;br /&gt;saya adalah cepat mendapatkan apresiasi, dukungan oleh yang kuat, dan&lt;br /&gt;yang lebih khusus cepat menemukan pahala duniawinya (beasiswa,&lt;br /&gt;dukungan dana, media suppot, dll).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebebasan beragama bukanlah sesuatu yang baru dalam Islam. Jauh&lt;br /&gt;sebelum dunia barat berkoar untuk jaminan kebebasan beragama, Islam&lt;br /&gt;sejak 15 abad silam sudah menjamin dengan ayat Al Quran, hadits maupun&lt;br /&gt;praktek-praktek Rasulullah dan sahabat-sahabatnya. Sehingga pemberian&lt;br /&gt;kebebasan beragama dalam tatanan masyarakat Muslim adalah "religiously&lt;br /&gt;is obligatory" (secara agama adalah wajib). Bahkan Rasulullah&lt;br /&gt;mengancam untuk menjadi musuh bagi mereka yang menyakiti "dzimmi" (non&lt;br /&gt;Muslim minoritas dalam tatanan masyarakat Muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan Indonesia, sebagai negara berpenduduk Muslim terbesar di dunia&lt;br /&gt;telah membuktikan ini. Tidak ada negara di dunia ini yang memberikan&lt;br /&gt;posisi terpenting kepada warga "non majority" kecuali Indonesia .&lt;br /&gt;Bahkan ada masa-masa di mana kaum minoritas jauh lebih "teranak&lt;br /&gt;maniskan" ketimbang kaum mayoritas. Berapa jumlah menteri non Muslim&lt;br /&gt;di Indonesia ? Berapa sekjen/dirjen (eselon I) di berbagai departemen&lt;br /&gt;pemerintahan dan swasta di negara kita? Silahkan jumlah dubes/diplomat&lt;br /&gt;tingkat tinggi non Muslim di kementrian luar negeri Indonesia .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua ini menunjukkan bahwa secara negara (state) dan pemerintahan&lt;br /&gt;(governance) Indonesia tidak membeda-bedakan warganya. Semua memiliki&lt;br /&gt;hak dan kesempatan yang sama serta memiliki hak pembelaan berdasarkan&lt;br /&gt;konstitusi negara Indonesia yang disetujui bersama. Maka, Kristen,&lt;br /&gt;Katolik, Hindu, Budha, Islam dan Kong Hu chu, dan bahkan agama-agama&lt;br /&gt;lainnya yang secara formal tidak terakui, bebas menjalankan keyakinan&lt;br /&gt;dan ibadahnya masing-masing dan dijamin secara konstitusi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Isu Ahmadiyah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ahmadiyah oleh pengikutnya diyakini sebagai agama Islam dan bukan&lt;br /&gt;agama baru. Tapi pada saat yang sama, Islam yang mereka sampaikan&lt;br /&gt;adalah Islam yang secara prinsip menyimpang dari dasar-dasar ajaran&lt;br /&gt;Islam yang baku . Dan karena perbedaan mendasar yang diakui oleh&lt;br /&gt;mereka inilah, warga Ahmadiyah tidak mungkin mau menjadi makmum di&lt;br /&gt;belakang Imam Muslim selain Ahmadiyah. Pada prinsipnya, mereka&lt;br /&gt;menganggap Muslim yang tidak satu kepercayaan/ iman dengan mereka&lt;br /&gt;sebagai kafir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa hal yang paling prinsipil dari kesesatan Ahmadiyah adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, bahwa meyakini bahwa Mirza Gulam Ahmad adalah Nabi atau rasul&lt;br /&gt;yang menerima wahyu. Oleh karenanya, Muhammad S.A.W. bukanlah nabi dan&lt;br /&gt;rasul Allah yang terakhir (khaatam an anbiyyin).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, bahwa kitab suci terakhir bukan Al Quran tapi al Kitab yang&lt;br /&gt;diterima oleh Mirza Gulam Ahmad dengan nama Tadzkirah. Kitab ini&lt;br /&gt;memuat ayat-ayat Al Quran yang diputar balik dan dicampur dengan&lt;br /&gt;berbagai seruan-seruan Mirza Gulam Ahmad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, bahwa melaksanakan ibadah haji ke Mekah tanpa melakukannya ke&lt;br /&gt;kota suci mereka, yaitu Rabwah dan Qadiyan di India adalah haji yang&lt;br /&gt;kering dan tidak diterima. Kenyataannya, Mirza Gulam Ahmad juga tidak&lt;br /&gt;pernah menjalankan ibadah haji selama hidupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat, bahwa bangkit melawan penjajah (Inggris) ketika itu bukan&lt;br /&gt;jihad tapi pemberontakan. Mirza Gulam juga menuliskan buku panduan&lt;br /&gt;jihad yang pada intinya mengutuk para pejuang India yang melakukan&lt;br /&gt;perlawanan terhadap penjajahan Inggris ketika itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelima, Orang Ahmadiyah mempunyai perhitungan tanggal, bulan dan tahun&lt;br /&gt;sendiri. Nama bulan Ahmadiyah adalah: 1. Suluh 2. Tabligh 3. Aman 4.&lt;br /&gt;Syahadah 5. Hijrah 6. Ihsan 7. Wafa 8. Zuhur 9. Tabuk 10. Ikha' 11.&lt;br /&gt;Nubuwah 12. Fatah. Sedang tahunnya adalah Hijri Syamsi yang biasa&lt;br /&gt;mereka singkat dengan H.S.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari lima perbedaan prinsipil di atas, jelas orang-orang Ahmadiyah&lt;br /&gt;memiliki keyakinan dan sistim yang berbeda dengan kaum Muslimin. Maka,&lt;br /&gt;ketika mereka mengkafirkan orang Islam (dalam pandangan mereka) adalah&lt;br /&gt;sangat wajar. Sebab memang, orang-orang Islam sejati tidak&lt;br /&gt;mengimani/meyakini ajaran mereka, sehingga wajar kalau mereka memang&lt;br /&gt;kafir kepada ajaran Ahmadiyah Qadiyaniah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inti permasalahan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, isu Ahmadiyah bukan pada "religious freedom" atau isu kebebasan&lt;br /&gt;beragama. Melainkan isu "penodaan" agama Islam yang dianut secara luas&lt;br /&gt;oleh masyarakat setempat. Kalaulah seandainya Ahmadiyah diakui sebagai&lt;br /&gt;agama, sekte, keyakinan baru yang sama sekali tidak dikaitkan dengan&lt;br /&gt;ajaran Islam yang murni, tentu tidak akan menimbulkan permasalahan.&lt;br /&gt;Kejawen dan praktek-praktek keyakinan lokal juga kan tidak pernah&lt;br /&gt;selama ini dipermasalahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, ketika Majelis Ulama Indonesia menfatwakan bahwa Ahmadiyah sesat&lt;br /&gt;dan melaporkan ke Kejaksaan Agung sebagai bukan ajaran Islam, mereka&lt;br /&gt;telah melakukan fungsinya sebagai pembenteng akidah umat. Yang aneh&lt;br /&gt;adalah jika ada pemutar balikan yang terjadi dalam ajaran Islam,&lt;br /&gt;lantas ulama diam atau malah mendukung. Bagi saya, ini adalah ulama&lt;br /&gt;yang memiliki pemikiran terjungkir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun demikian, dengan segala hak umat Islam membela akidah dan&lt;br /&gt;kemurnian ajaran agamanya, adalah tidak sama sekali dibenarkan untuk&lt;br /&gt;melakukan kekerasan-kekerasan dan pengrusakan. Prilaku kekerasan dan&lt;br /&gt;pengrusakan adalah prilaku yang bertentangan dengan ajaran Islam dan&lt;br /&gt;tauladan Rasulullah SAW. Sebaliknya, justeru akan menampakkan Islam&lt;br /&gt;pada posisi yang semakin tidak menguntungkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, sebagaimana saya sampaikan kepada delegasi Ahmadiyah&lt;br /&gt;Amerika, ada dua alternatif bagi mereka:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, deklarasikan sendiri bahwa Ahmadiyah adalah agama baru dan&lt;br /&gt;bukan Islam, atau kedua, tetap mengaku Muslim dengan&lt;br /&gt;kesesatan-kesesatan tapi dipandang sebagai "pengacau" dan "penoda"&lt;br /&gt;agama orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika alternatif kedua yang dipilih, akan sangat wajar jika nantinya&lt;br /&gt;timbul berbagai reaksi dari masyarakat yang merasa dirugikan&lt;br /&gt;(victimized) . Kalau tetap ingin tegar menghadapi reaksi-reaksi&lt;br /&gt;tersebut, silahkan maju tak gentar. Hadapi reaksi umat Islam melalui&lt;br /&gt;prosedur hukum dan politik yang ada. Toh pada akhirnya dalam dunia&lt;br /&gt;(what so called) demokratik saat ini, semua ditentukan oleh kekuatan&lt;br /&gt;dan kelihaian argumentasi yang dimiliki oleh masing-masing pihak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang pasti, umat Islam yang sadar akan tetap melihat "kesesatan" (baca&lt;br /&gt;kekufuran) itu selama mereka masih bertahan dengan keyakinan mereka.&lt;br /&gt;Semoga saja keputusan pemerintah melihat secara jelas permasalahan&lt;br /&gt;ini, sehingga tidak terjadi opresi kepada mayoritas atas nama membela&lt;br /&gt;minoritas. Lebih tragis lagi jika pembelaan itu hanya karena sebuah&lt;br /&gt;tekanan dari orang lain atas nama "kebebasan beragama", yang dalam&lt;br /&gt;konteks Ahmadiyah di Indonesia adalah out of&lt;br /&gt;context![www. hidayatullah. com]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;New York, 8 Januari 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Penulis adalah imam Masjid Islamic Cultural Center of New York.&lt;br /&gt;Syamsi adalah penulis rubrik "Kabar Dari New York" di&lt;br /&gt;www.hidayatullah. com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5831510211230109893-6833732811508582530?l=andifajarasti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='enclosure' type='video/mp4' href='http://www.blogger.com/video-play.mp4?contentId=99f727c752946222&amp;type=video%2Fmp4' length='0'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://andifajarasti.blogspot.com/feeds/6833732811508582530/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5831510211230109893&amp;postID=6833732811508582530&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5831510211230109893/posts/default/6833732811508582530'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5831510211230109893/posts/default/6833732811508582530'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://andifajarasti.blogspot.com/2008/01/cara-jitu-mengatasi-pro-kontra.html' title='Cara Jitu Mengatasi Pro-Kontra AHMADIYAH'/><author><name>andifajarasti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00652890503651153347</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_bK8cG64nMw0/R4hkgmDcPEI/AAAAAAAAADs/rYJZOZHPbVk/S220/Copy+of+SA403244.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_bK8cG64nMw0/R4hcgmDcPCI/AAAAAAAAADg/t8blCwMpn_I/s72-c/images2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5831510211230109893.post-2288802281656105714</id><published>2008-01-07T20:08:00.000-08:00</published><updated>2008-12-11T09:58:33.027-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='galileo dan lebaran ramadhan'/><title type='text'>bumi mengelilingi matahari</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_bK8cG64nMw0/R4L_gmDcPBI/AAAAAAAAADY/wBQhYdpxvP8/s1600-h/theme_id_11.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://3.bp.blogspot.com/_bK8cG64nMw0/R4L_gmDcPBI/AAAAAAAAADY/wBQhYdpxvP8/s320/theme_id_11.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5152961859101146130" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pada tanggal 05/01/08, AKU &lt;my_aku@yahoo. com&gt; menulis:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    namun demikian pemuliaan terhadap "kerajaan sains" secara berlebihan&lt;br /&gt;    juga kurang baik. Sains terlalu materialis dan reduktif dalam&lt;br /&gt;    memandang kehidupan umat manusia beserta kemeriahan alam semesta.&lt;br /&gt;    Lebih-lebih disiplin fisika, lengkap dengan ilmuwan di dalamnya,&lt;br /&gt;    terkenal angkuh dan pongah. Bahkan dalam kajian filsafat,"dunia&lt;br /&gt;    fisika" ini terkenal sebagai "anak durhaka" atas induknya (filsafat).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;betul sekali... namun sebelumnya saya mohon maaf kalo intro dari saya kurang menjabar dan melebar...&lt;br /&gt;maksud saya begini, setelah saya searching2 dan menemukan tulisan yang mirip dengan itu (kebetulan dari salafi semua) saya menemukan sesuatu kejanggalan yaitu dimana pada komentar (kalau tidak salah di blog anto) [0] saya agak tidak setuju ketia sains mulai tersisihkan dalam hal agama, dalam hal ini dapat di lihat dalam artikelnya [1] dimana semua pertimbangan sains dikatakan dhoif, kenapa? karena salah satunya bersumber dari kaum kafir&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;inilah yang menjadi umpan matang bagi mereka untuk "memberikan" nasihat kepada Muhammadiyah dalam penetapan Awal Syawal [2]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hal yang menggelitik saya adalah ketidaksamaan antara metode penetapan waktu sholat dan awal bulan.. [3] ini menunjukkan ketidakkonsistenan dalam memegang prinsip..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;oh ya... maaf bukanya saya bermaksud untuk memojokkan golongan tersebut, hanya saja saya tergelitik ketika sains mulai di hapus dalam ilmu langit. memang satu saat akal harus di kalahkan dengan dalil, namun bukan berarti akal tidak bisa membuktikan kebenaran dalil, seperti kasus Isro' Mi'roj dan kisah bayi dalam kandungan di dalam al-quran..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;demikian,&lt;br /&gt;billahisabilhaq fastabiqulkhairat&lt;br /&gt;Wassalamualikum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[0] http://antosalafy. wordpress. com/&lt;br /&gt;[1] http://antosalafy. wordpress. com/2006/ 11/29/benarkah- bumi-mengeliling i-matahari/&lt;br /&gt;[2] http://mumtazanas. wordpress. com/2007/ 10/09/nashihat- untuk-organisasi -muhammadiyah- penetapan- lebaran/&lt;br /&gt;[3] file:///media/ dokumenku/ HanyaUntukSement araWaktuSaja/ 27-12-2007/ Nashihat% 20untuk%20Organi sasi%20Muhammadi yah%20(Penetapan %20Lebaran) %20%20mumtazanas .htm#comment- 785&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;--&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5831510211230109893-2288802281656105714?l=andifajarasti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.muhammadiyah.com' title='bumi mengelilingi matahari'/><link rel='enclosure' type='' href='http://www.muhammadiyah.com' length='0'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://andifajarasti.blogspot.com/feeds/2288802281656105714/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5831510211230109893&amp;postID=2288802281656105714&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5831510211230109893/posts/default/2288802281656105714'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5831510211230109893/posts/default/2288802281656105714'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://andifajarasti.blogspot.com/2008/01/bumi-mengelilingi-matahari.html' title='bumi mengelilingi matahari'/><author><name>andifajarasti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00652890503651153347</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_bK8cG64nMw0/R4hkgmDcPEI/AAAAAAAAADs/rYJZOZHPbVk/S220/Copy+of+SA403244.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_bK8cG64nMw0/R4L_gmDcPBI/AAAAAAAAADY/wBQhYdpxvP8/s72-c/theme_id_11.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5831510211230109893.post-5248554181248157094</id><published>2008-01-07T20:06:00.000-08:00</published><updated>2008-01-07T20:15:59.610-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sains'/><title type='text'>Peranan Sains dan Teknologi Dalam Penentuan Bentuk Peradaban Baru</title><content type='html'>Ekspalanasi saudara sangat menarik, namun ada beberapa catatan, boleh&lt;br /&gt;dibilang tambahan, atau jalan lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memasuki milenium baru ini wajah sains dan teknologi diprediksikan&lt;br /&gt;oleh banyak pihak akan memasuki fase baru. Bisa dibaca di Newsweek 15&lt;br /&gt;Oktober 2007. Memasuki abad 20, bisa dikata abad fisika. Dunia dibuat&lt;br /&gt;takjub oleh formulasi fisis kealaman yang diboyong oleh Einstein&lt;br /&gt;terkait konsep relativitas. Kedua, tentu saja tentang fisika kuantum,&lt;br /&gt;sekitar tahun 1925-an. Namun setelah itu, dunia fisika tdk begitu&lt;br /&gt;terlihat prestasinya, kecuali pada pengembangan dan aplikasi&lt;br /&gt;teknologi. Sebutlah nanotechnology dan plasma yang justru tdk banyak&lt;br /&gt;berbicara soal "mind", sunyi dan kerontang. Apa yang baru di abad 21,&lt;br /&gt;atau milenium baru ini ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam "web of life", Fritjof Capra sebenarnya sudah memprediksikian&lt;br /&gt;akan kelahiran cara pandang baru yang lebih berbau biologis,&lt;br /&gt;menggantikan paradigma mekanis khas Newtonian-Cartesian . Lebih jauh&lt;br /&gt;lagi, ini terkait perkembangan kajian DNA dan RNA. Newsweek edisi 15&lt;br /&gt;Oktober 2007 membawa headline yang cukup menarik : BIOLOGY REBORN ,&lt;br /&gt;atau kelahiran lagi ilmu biologi. Lebih tepatnya, kajian biologi yang&lt;br /&gt;dimaksud terkait dengan perkembangan seputar kajian DNA yang utk&lt;br /&gt;pertama kali diletakkan oleh Mandel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun demikian, saya mencermati, sisi menariknya di sini tdk seutuhnya&lt;br /&gt;seperti kajian fisika yang ngetren pada abad 20. Terlahirnya fisika&lt;br /&gt;relativitas dan kuantum menghentak sampai tataran pemikiran yang&lt;br /&gt;begitu mandalam dan mengangkat ide-ide besar bahkan sampai level&lt;br /&gt;semesta. Perdebatan yang dilahirkan lebih tentang apa itu alam semesta&lt;br /&gt;dan bagaimana cara bekerjanya ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara kajian sains DNA lebih concern pada bagaimana sistem kerja&lt;br /&gt;manusia dan organisme biologi lainnya, dan bagaimana mengendalikan&lt;br /&gt;cara kerja manusia agar bisa hidup secara sempurna.Selama satu&lt;br /&gt;semester ini, saya sedikit mulai belajar bagaimana hubungan aktivitas&lt;br /&gt;DNA (skala mikro) dengan fenomema biologi secara keseluruhan dalam&lt;br /&gt;satu organisme. ternyata kerjanya agak mirip dengan cara kerja sistem&lt;br /&gt;komputer. kode-kode DNA datang dan berubah silih berganti dalam sel&lt;br /&gt;tubuh, dimana perubahan-perubahan ini memunculkan karakter-karakter&lt;br /&gt;khas dalam pembentukan protein dan melahirkan, salah satunya,&lt;br /&gt;perilaku-perilaku kita. dalam hal ini akan terjadi aliran informasi&lt;br /&gt;dari DNA terus ke RNA dan informasi itu dikodifikasi menjadi protein.&lt;br /&gt;dari protein ini menjadi bentuk dan karakter lain yang lebih tinggi,&lt;br /&gt;sampai persoalan cinta, hasrat seks bahkan keyakinan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di samping "biology reborn", paradigma umat manusia kini banyak&lt;br /&gt;terpengaruhi oleh perkembangan teknologi komunikasi dan informasi. Ini&lt;br /&gt;memang masih menjadi tanda tanya besar: efek apa saja yang akan&lt;br /&gt;terajdi pada umat manusia. kawan-kawan sebenarnya bisa juga mehkaji&lt;br /&gt;buku bagus terkait hal itu "The World is Flat" karya Thom Friedman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JIka sebelumnya Saudara Nur Kholis menyitir ungkapan Kuntowijoyo&lt;br /&gt;terkait pentingnya pemaknaan yang lebih luas soal kepemilikian dan&lt;br /&gt;otoritas sains dan teknologi, maka terbukanya peluang komunikasi&lt;br /&gt;global lewat jalur-jalur cyber (web site), menurut saya hal itu bisa&lt;br /&gt;dimungkinkan. Namun permasalahannya apakah dunia barat atau mereka&lt;br /&gt;yang mengklaim dirinya sebagai pemilik dunia sains dan teknologi juga&lt;br /&gt;menghendaki hal yang sama? Toh, keberadaan sains dan teknologi&lt;br /&gt;sebenarnya hanyalah tools atau alat untuk memahami dan mengendalikan&lt;br /&gt;alam (Francis Bacon, Kant). Hanya perpanjangan dari tubuh manusia itu&lt;br /&gt;sendiri, bisa baca di Armahedi Mahzar, "Revolusi Integralisme Islam"&lt;br /&gt;(konsep ini banyak berpijak pada psikologi integralisme Ken Wilber).&lt;br /&gt;Sehingga secara hakiki sebenarnya perkembangan teknologi komunikasi&lt;br /&gt;dan informasi yang begitu merebak dan cepat secara global tdk ada&lt;br /&gt;bedanya dengan masa-masa sebelumnya ? tapi betulkah begitu ? kalau&lt;br /&gt;begitu berarti tdk ada perbedaan mendasar antara penjajahan fisik oleh&lt;br /&gt;barat pada masa lalu dengan penjajahan kesadaran lewat cyber seperti&lt;br /&gt;pada masa sekarang ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawabannya bisa iya dan tdk. Namun saya pribadi termasuk pihak yang&lt;br /&gt;optimis bahwa perkembangan teknologi informasi dan komunikasi&lt;br /&gt;memungkinkan kita bisa berinteraksi secara lebih luas dalam dunia&lt;br /&gt;global dan peluang melahirkan "kejutan" jelas lebih besar, dari pada&lt;br /&gt;tdk ada jaringan global dunia cyber sama sekali. Apa yang dinyatakan&lt;br /&gt;oleh Thom Freidman dalam "The World is Flat" menarik. Dalam buku yang&lt;br /&gt;sempat beberapa bulan menjadi best seller di New York Time&lt;br /&gt;Riveiw dan melewati perdebatan panjang itu, dia menyatakan bahwa&lt;br /&gt;kehidupan di bumi kini sudah datar. Apa yang terjadi di Amerika bisa&lt;br /&gt;dirasakan oleh mereka yang ada di Jepang dan Negara-negara yang jauh&lt;br /&gt;dari Amerika. Dirasakan secara serempak dan dalam waktu bersamaan. Di&lt;br /&gt;sini kita bisa mendapati bahwa efek yang dilahirkan oleh perkembangan&lt;br /&gt;teknologi informasi, meskipun saya lihat informasi yang tertayang di&lt;br /&gt;web site lebih banyak dari barat, tdk terjadi secara sepihak. artinya&lt;br /&gt;fenomena yang terjadi bukan barat menjajah timur, atau timur yang&lt;br /&gt;selalu menunduk pada hegemoni barat, namun berpeluang terjadi hubungan&lt;br /&gt;timbal balik. Yang menarik bahwa efek yang muncul juga tdk sebatas&lt;br /&gt;level kognisi, tapi lebih jauh, bisa efek psikologis bahkan kultural.&lt;br /&gt;Sehingga bisa saja di negara kita terjadi westernisasi budaya sebutlah&lt;br /&gt;dalam cara berpakaian atau dandan, tapi hal ini juga bisa saja terjadi&lt;br /&gt;di barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persoalannya adalah bagaiman kita selalu percaya diri di hadapan&lt;br /&gt;"gemerlap" yang ada ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;nasruddin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&gt; Detik-detik ini dikenal dengan masa runtuhnya berbagai&lt;br /&gt;&gt; wacana besar. Modernisme sebagai wujud isme krisis&lt;br /&gt;&gt; kemanusiaan akibat ancaman nuklir, AIDS atau kerusakan&lt;br /&gt;&gt; sistem sosial yang terus berkembang kepada keakcauan&lt;br /&gt;&gt; sistem. yang telah membuktikan keberhasilannya menjadi&lt;br /&gt;&gt; penguasa jaman, saat ini terus mengalami goncangan&lt;br /&gt;&gt; hebat semenjak kritik pedas dari berbagai kalangan&lt;br /&gt;&gt; akibat efek samping yang mengerikan sehingga&lt;br /&gt;&gt; terjadinya kerusakan lingkungan dan&lt;br /&gt;&gt;&lt;br /&gt;&gt; Namun cara berfikir yang memandang bahwa masa&lt;br /&gt;&gt; sebelumnya, abad pertengahan, sebagai massa yang lebih&lt;br /&gt;&gt; baik juga tidak bisa dibenarkan. Secara bijak, lebih&lt;br /&gt;&gt; baik kita memandang fase-fase peradaban manusia ini&lt;br /&gt;&gt; sebagai sebuah pelajaran, khususnya untuk membangun&lt;br /&gt;&gt; peradaban baru pengganti modernisme.&lt;br /&gt;&gt;&lt;br /&gt;&gt; Bila kita mencoba memandang awal kelahiran modernisme,&lt;br /&gt;&gt; kita akan melihat sebuah proses revolusi peradaban&lt;br /&gt;&gt; yang berawal dari revolusi pemahaman manusia tentang&lt;br /&gt;&gt; tentang cara pandang terhadap realitas melalui fisika&lt;br /&gt;&gt; di tangan Descartes. Disaat itu Descartes membangun&lt;br /&gt;&gt; sebuah wacana besar tentang metode pemahaman realitas&lt;br /&gt;&gt; yang bertumpu pada konsep Democritus yang membagi&lt;br /&gt;&gt; realitas ke dalam atom-atom penyusun realitas dan&lt;br /&gt;&gt; kemudian dicari sistemnya terhadap keseluruhan. Di&lt;br /&gt;&gt; tangan Descartes dan para pengikutnya inilah kemudian&lt;br /&gt;&gt; Fisika yang menjadi Geometris menjelma sebagai bentuk&lt;br /&gt;&gt; ideologi besar modernisme, bahkan kemudian setelah&lt;br /&gt;&gt; meruntuhkan dominasi gereja bisa menjadi&lt;br /&gt;&gt; `satu-satunya' tafsir kebenaran terhadap segala macam&lt;br /&gt;&gt; realitas. Alam di dalam tafsir ala Descartes merupakan&lt;br /&gt;&gt; sebuah alam yang `lansung jadi' dan tidak memiliki&lt;br /&gt;&gt; perubahan. Sistemnya tetap,begitu juga elemen&lt;br /&gt;&gt; pembentuk alam.&lt;br /&gt;&gt;&lt;br /&gt;&gt; Setelah konsepsi Descartes mempengaruhi segala macam&lt;br /&gt;&gt; kehidupan, termasuk tatanan sosial di tengan Bacon dan&lt;br /&gt;&gt; Comte, kemudian alam fikiran modern mengenal seorang&lt;br /&gt;&gt; Lamarck dan Darwin dengan teori evolusinya di bidang&lt;br /&gt;&gt; Biologi . Walaupun keduanya sejatinya berbeda dalam&lt;br /&gt;&gt; memaknai proses evolusi, namun konsep evolusi ini&lt;br /&gt;&gt; merupakan sebuah revisi terhadap konsep ala Descartes&lt;br /&gt;&gt; yang menganggap alam sebagai sebuah sistem yang tetap.&lt;br /&gt;&gt; Ternyata ide Darwin ini kemudian mendapat dukungan&lt;br /&gt;&gt; dari generasai berikutnya, yang kemudian abad modern&lt;br /&gt;&gt; mengenal Karl Marx yang dikenal sebagai seorang&lt;br /&gt;&gt; Darwinian Sosial yang menganggap bahwa preses&lt;br /&gt;&gt; pergantian sosialpun memerlukan seleksi alam, bahkan&lt;br /&gt;&gt; dihalalkan adanya konflik untuk keluar sebagai&lt;br /&gt;&gt; pemenang dalam proses seleksi alam.&lt;br /&gt;&gt;&lt;br /&gt;&gt; Setelah dunia mengenal Newton, kemudian Fisika&lt;br /&gt;&gt; mengalami proses penyempurnaan lagi. Realitas yang&lt;br /&gt;&gt; terdiri atas sistem dan elemen pembentuk sistem&lt;br /&gt;&gt; (Descates), dan realitas yang sejatinya mengalami&lt;br /&gt;&gt; sebuah evolusi terus menerus (Darwin) di terangkan&lt;br /&gt;&gt; oleh Newton dalam Mekanika. Wacana besar pembentuk&lt;br /&gt;&gt; modernisme di tangan Newton bisa dibilang sempurna.&lt;br /&gt;&gt; Dan wacana besar Descartes, Darwin dan Newton ini yang&lt;br /&gt;&gt; kemudian menjadi fondasi modernisme. Apalagi ketiga&lt;br /&gt;&gt; konsep besar itu menemukan bentuk fungsionalnya dalam&lt;br /&gt;&gt; teknologi ditangan para teknolog, sebuah revolusi&lt;br /&gt;&gt; industri telah dialami oleh ummat manusia semenjak&lt;br /&gt;&gt; akhir abad ke -17.&lt;br /&gt;&gt;&lt;br /&gt;&gt; Membaca Jaman Baru&lt;br /&gt;&gt;&lt;br /&gt;&gt; Belajar dari kebijaksanaan Klasik Cina yang sering&lt;br /&gt;&gt; disitir Fritjof Capra, keadaan Krisis yang dialamai&lt;br /&gt;&gt; dunia saat ini tidak perlu selalu dimaknai sebagai&lt;br /&gt;&gt; sebuah keadaan negatif. Di dalam kebijaksanaan klasik&lt;br /&gt;&gt; Cina, konsep `krisis' menggunakan kata weiji yang&lt;br /&gt;&gt; terdiri dari huruf-huruf yang berarti " bahaya" dan&lt;br /&gt;&gt; "kesempatan" . Artinya, krisis dalam proses transisi&lt;br /&gt;&gt; ini selain mengandung bahaya juga mengandung&lt;br /&gt;&gt; kesempatan yang bisa membuat kondisi ummat manusia&lt;br /&gt;&gt; menjadi lebih baik.&lt;br /&gt;&gt;&lt;br /&gt;&gt; Melihat proses kelahiran modernisme di atas, bisa&lt;br /&gt;&gt; dikatakan peran Sains ( atau lebih tepatnya Natural&lt;br /&gt;&gt; Science) dalam menentukan arah peradaban cukup besar.&lt;br /&gt;&gt; Dimana para Saintis yang memiliki kompetensi filosofis&lt;br /&gt;&gt; tersebut ternyata terbukti bisa menggiring sejarah&lt;br /&gt;&gt; ummat manusia. Begitu juga peran Teknologi, dimana&lt;br /&gt;&gt; ketika Sains memiliki peran besar dalam proses&lt;br /&gt;&gt; pembentukan wacana besar yang menjadi fondasi&lt;br /&gt;&gt; `kebenaran', Teknologi sebagai bentuk aplikasi Sains&lt;br /&gt;&gt; memiliki peran besar dalam realitas sosial. Pendek&lt;br /&gt;&gt; kata, Sains bisa bermain di `langit' dan teknologi&lt;br /&gt;&gt; bisa bermain di `bumi'.&lt;br /&gt;&gt;&lt;br /&gt;&gt; Pertanyaan selanjutnya, bagaimana peran Sains dan&lt;br /&gt;&gt; Teknologi dalam penentuan bentuk peradaban baru pasca&lt;br /&gt;&gt; modernisme ?&lt;br /&gt;&gt;&lt;br /&gt;&gt; Fritjof Capra menyitir Toynbee tentang proses&lt;br /&gt;&gt; kelahiran Minoritas Kreatif sebagai nukleolus penentu&lt;br /&gt;&gt; arah peradaban sebagai berikut:&lt;br /&gt;&gt;&lt;br /&gt;&gt;&lt;br /&gt;&gt;&lt;br /&gt;&gt; Budaya runtuh karena kehilangan Fleksibilitas.&lt;br /&gt;&gt; Pada waktu struktur sosial dan pola perilaku telah&lt;br /&gt;&gt; menjadi kaku sedangkan masyarakat tidak lagi mampu&lt;br /&gt;&gt; menyesuaikan diri dengan situasi yang berubah,&lt;br /&gt;&gt; peradaban itu tidak akan mampu melanjutkan proses&lt;br /&gt;&gt; kreatif evolusi budayanya. Dia akan hancur dan secara&lt;br /&gt;&gt; berangsur mengalami disintegrasi.&lt;br /&gt;&gt;&lt;br /&gt;&gt;&lt;br /&gt;&gt;&lt;br /&gt;&gt; Sementara peradaban-peradaban yang sedang&lt;br /&gt;&gt; berkembang menunjukan keberagaman dan kepandaian yang&lt;br /&gt;&gt; tak pernah berhenti, peradaban-peradaban yang berada&lt;br /&gt;&gt; dalam proses disintegrasi menunjukkan keseragaman dan&lt;br /&gt;&gt; kurangnya daya temu. Hilangnya flesibilitas dalam&lt;br /&gt;&gt; masyarakat yang mengalami disintegrasi ini disertai&lt;br /&gt;&gt; dengan hilangnya harmoni secara umum pada&lt;br /&gt;&gt; elemen-elemennya, yang mau tak mau mengarah pada&lt;br /&gt;&gt; meletusnya perpecahan dan kekacauan sosial.&lt;br /&gt;&gt;&lt;br /&gt;&gt;&lt;br /&gt;&gt;&lt;br /&gt;&gt; Namun demikian, selama proses disintegrasi yang&lt;br /&gt;&gt; menyakitkan itu, kreativitas masyarakat -kemampuannya&lt;br /&gt;&gt; untuk menghadapi tantangan – tidak hilang sama sekali.&lt;br /&gt;&gt; Meskipun arus budaya telah menjadi beku dengan&lt;br /&gt;&gt; melekatkan diri pada pemikiran-pemikiran mapan dan&lt;br /&gt;&gt; pola-pola perilaku yang kaku, minoritas kreatif akan&lt;br /&gt;&gt; tetap muncul ke permukaan dan melanjutkan proses&lt;br /&gt;&gt; tantangan dan tanggapan itu. Lembaga–lembaga sosial&lt;br /&gt;&gt; yang dominan akan menolak menyerahkan peran-peran&lt;br /&gt;&gt; utama kepada kekuatan-kekuatan budaya baru ini, tetapi&lt;br /&gt;&gt; mereka mau tak mau akan tetap runtuh dan mengalami&lt;br /&gt;&gt; disintegrasi, dan kelompok minoritas kreatif itu&lt;br /&gt;&gt; mungkin akan mampu mentransformasikan beberapa elemen&lt;br /&gt;&gt; lama menjadi konfigurasi baru. Proses evolusi budaya&lt;br /&gt;&gt; ini akan terus berlanjut, tetapi berada dalam&lt;br /&gt;&gt; kondisi-kondisi baru dan dengan tokoh-tokoh baru pula.&lt;br /&gt;&gt; (dari Titik Balik Perdaban, Fritjof Capra, 1981).&lt;br /&gt;&gt;&lt;br /&gt;&gt;&lt;br /&gt;&gt;&lt;br /&gt;&gt; Dari deskripsi Toynbee di atas, sepertinya semenjak&lt;br /&gt;&gt; terjadi revisi di dalam konsep Newton oleh Farady dan&lt;br /&gt;&gt; Maxwell melalui Teori Medan Listriknya, serta lahirnya&lt;br /&gt;&gt; teori Fisika Kuantum dan Relatifitas ditangan&lt;br /&gt;&gt; Heisenberg dan Einstein, minoritas kreatif pembentuk&lt;br /&gt;&gt; peradaban baru tersebut sedikit demi sedikit telah&lt;br /&gt;&gt; terbentuk. Bahkan setelah ada interaksi antara&lt;br /&gt;&gt; matematika tingkat tinggi dengan teknologi&lt;br /&gt;&gt; elektronika, kita kemudian mengenal bentuk aplikasi&lt;br /&gt;&gt; teknologi yang dikenal dengan teknologi komputer, yang&lt;br /&gt;&gt; jauh meninggalkan konsep mekanika newton.&lt;br /&gt;&gt;&lt;br /&gt;&gt; Dunia kemudian juga mengenal adanya pengaruh filosofis&lt;br /&gt;&gt; dari konsep Fisika Kuantum terhadap realitas sosial,&lt;br /&gt;&gt; dimana ketika teknologi Komputer berinteraksi dengan&lt;br /&gt;&gt; realitas sosial, lahirlah sebuah teknologi informasi&lt;br /&gt;&gt; yang bergerak dalam logika Kuantum yang diprediksikan&lt;br /&gt;&gt; oleh Tofler akan menjadi tulang punggung bentuk&lt;br /&gt;&gt; peradaban baru pengganti modernisme. Kemudian kita&lt;br /&gt;&gt; mengenal bagaimana konsep cepat-lambat mengalami&lt;br /&gt;&gt; perubahan secara drastis. Juga konsep keterbatasan&lt;br /&gt;&gt; ruang yang bisa diatasi sehinga konsep jauh dan dekat&lt;br /&gt;&gt; secara filosofis juga mengalami perubahan makna.&lt;br /&gt;&gt; Dengan demikian jaring-jaring Cartesian akan sulit&lt;br /&gt;&gt; untuk mengambarkan karena konsep ruang dan waktu ini&lt;br /&gt;&gt; sudah berubah secara filosofis. Bahkan perbedaan&lt;br /&gt;&gt; konsep nyata dan imajiner yang juga kemudian di klaim&lt;br /&gt;&gt; oleh dunia IT akan segera teratasi akan semakin&lt;br /&gt;&gt; meninggalkan jaring-jaring Cartesian sebagai&lt;br /&gt;&gt; satu-satunya yang bisa menggambarkan kenyataan. Juga&lt;br /&gt;&gt; dengan berkembangnya pemetaan DNA, rekayasa genetika&lt;br /&gt;&gt; yang meninggalkan konsep evolusinya Darwin. Sekali&lt;br /&gt;&gt; lagi terbukti, pengaruh dominan Sainstis dan Teknolog&lt;br /&gt;&gt; ternyata masih sangat dominan untuk menentukan masa&lt;br /&gt;&gt; depan ummat manusia. Apalagi setelah Ilmuan Sosial&lt;br /&gt;&gt; Mahzab Kritis dengan Posmodernismenya terjebak dalam&lt;br /&gt;&gt; wacana dan definisi semata, serta para teolog dan ahli&lt;br /&gt;&gt; agama yang terus disibukkan dengan perdebatan liberal&lt;br /&gt;&gt; dan konservatifnya, disdari atau tidak para Saintis&lt;br /&gt;&gt; dan Teknolog akan tetap menjadi penentu arah&lt;br /&gt;&gt; peradaban.&lt;br /&gt;&gt;&lt;br /&gt;&gt; Seorang Descartes disaat awal merumuskan konsep&lt;br /&gt;&gt; Geometri Analitisnya mungkin tidak berfikir tentang&lt;br /&gt;&gt; implikasi moral dan sosial dari konsepnya. Demikian&lt;br /&gt;&gt; juga seorang Darwin dan juga Newton. Apalagi melihat&lt;br /&gt;&gt; konsep reduksionisnya Descartes yang kemudian&lt;br /&gt;&gt; mengilhami pembagian bidang spesialisasi ilmu yang di&lt;br /&gt;&gt; masa peradaban Islam tidak begitu penting. Sehingga,&lt;br /&gt;&gt; bisa jadi pengaruh yang diberikan mereka terhadap&lt;br /&gt;&gt; bentuk perubahan sosial tidak begitu difikirkan&lt;br /&gt;&gt; mereka. Dalam kalimat lain, bentuk modernisme sebagai&lt;br /&gt;&gt; bentuk tatanan sosial pengganti tatanan sosial `abad&lt;br /&gt;&gt; kegelapan' bisa jadi tidak pernah mereka fikirkan&lt;br /&gt;&gt; bahkan tidak pernah mereka bayangkan. Apalagi dampak&lt;br /&gt;&gt; negatifnya terhadap kenyataan sosial.&lt;br /&gt;&gt;&lt;br /&gt;&gt; Bersandar dari modifikasi kebijaksanaan para geologist&lt;br /&gt;&gt; dengan The Present is the key to the past and the&lt;br /&gt;&gt; future, `penyesalan' ummat manusia terhadap akhir&lt;br /&gt;&gt; menyakitkan dari modernisme perlu disikapi dengan&lt;br /&gt;&gt; bijak. Adalah sebuah kebutuhan mutlak saat ini&lt;br /&gt;&gt; komunitas saintis dan teknolog terus membangun bentuk&lt;br /&gt;&gt; pengembagan dan penerapan sains dan teknologi yang&lt;br /&gt;&gt; mempertimbangkan konsekuensi ekologi, moral dan sosial&lt;br /&gt;&gt; dari proses inovasi maupun inventory yang mereka&lt;br /&gt;&gt; lakukan. Karena, dalam kenyataannya teriakan para ahli&lt;br /&gt;&gt; ilmu sosial dan juga teolog atau ulama tidak akan&lt;br /&gt;&gt; banyak artinya karena sejatinya Minoritas kreatif atau&lt;br /&gt;&gt; nukleolus dari sel-sel pembentuk peradaban ini&lt;br /&gt;&gt; disadari atau tidak adalah saintis dan teknolog itu&lt;br /&gt;&gt; sendiri.&lt;br /&gt;&gt;&lt;br /&gt;&gt; Namun yang cukup memprihatinkan adalah budaya&lt;br /&gt;&gt; pragmatis, egois bahkan tertutup (elitis) di kalangan&lt;br /&gt;&gt; saintis dan teknolog dunia dewasa ini. Bahkan derajat&lt;br /&gt;&gt; expert di kalangan saintis dan teknolog saat ini tanpa&lt;br /&gt;&gt; sadar telah membangun sebuah sistem feodalisme baru.&lt;br /&gt;&gt; Bagaimana kita bisa berharap bahwa peradaban yang akan&lt;br /&gt;&gt; datang akan menjadi lebih baik jika saintis dan&lt;br /&gt;&gt; teknolog terlalu egois dengan dirinya dan obsesinya ?&lt;br /&gt;&gt; Atau di sisi lain kita juga melihat realitas saintis&lt;br /&gt;&gt; dan teknolog yang `nyaman' ketika dirinya diperalat&lt;br /&gt;&gt; oleh sebuah sistem politik dan kapital yang sejatinya&lt;br /&gt;&gt; dengan mudah bisa mereka patahkan.&lt;br /&gt;&gt;&lt;br /&gt;&gt; Perlu kiranya dibangun sistem yang memungkinkan&lt;br /&gt;&gt; terbukanya kembali sekat-sekat komunikasi antara sains&lt;br /&gt;&gt; dan teknologi, dari fihak saintis dan teknolog&lt;br /&gt;&gt; tentunya, dengan disiplin ilmu dan spesialisasi lain&lt;br /&gt;&gt; tanpa harus memandang bidang ilmu dan kompetensi yang&lt;br /&gt;&gt; mungkin di dalam sistem feodalisme baru yang mereka&lt;br /&gt;&gt; anut dipandang lebih rendah. Disamping itu, perlu&lt;br /&gt;&gt; dibangun sebuah etika profetis (meminjam konsep&lt;br /&gt;&gt; Kuntowijoyo) di kalangan saintis dan teknolog,&lt;br /&gt;&gt; sebagaimana layaknya para nabi yang memandang dirinya&lt;br /&gt;&gt; sebagai sosok pembebebas ummat manusia dari segala&lt;br /&gt;&gt; penindasan, sebagai sosok yang mendedikasiakan proses&lt;br /&gt;&gt; inovasi dan inventory-nya untuk pembangunan kembali&lt;br /&gt;&gt; hakekat kemanusiaan yang nyaris musnah, dan juga&lt;br /&gt;&gt; sebagai para pengingat ummat manusia akan kenyataan&lt;br /&gt;&gt; bahwa sejatinya mereka adalah mahluk Tuhan yang tiada&lt;br /&gt;&gt; lain harus berbuat baik di dunia ini.&lt;br /&gt;&gt;&lt;br /&gt;&gt;&lt;br /&gt;&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5831510211230109893-5248554181248157094?l=andifajarasti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://andifajarasti.blogspot.com/feeds/5248554181248157094/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5831510211230109893&amp;postID=5248554181248157094&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5831510211230109893/posts/default/5248554181248157094'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5831510211230109893/posts/default/5248554181248157094'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://andifajarasti.blogspot.com/2008/01/peranan-sains-dan-teknologi-dalam.html' title='Peranan Sains dan Teknologi Dalam Penentuan Bentuk Peradaban Baru'/><author><name>andifajarasti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00652890503651153347</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_bK8cG64nMw0/R4hkgmDcPEI/AAAAAAAAADs/rYJZOZHPbVk/S220/Copy+of+SA403244.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5831510211230109893.post-6763924962127663685</id><published>2008-01-07T20:04:00.000-08:00</published><updated>2008-01-07T20:06:15.704-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='1 jan bukan tahun baru'/><title type='text'>1 jan bukan tahun baru</title><content type='html'>1 Januari Bukan Awal Tahun Baru&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam bertahun baru menurut penanggalan musim atau Solar Year yang&lt;br /&gt;umumnya disebut tahun Masehi, mereka tidak memiliki dasar dan bukti.&lt;br /&gt;Jika penanggalan itu benar-benar cocok dengan pergantian musim yang&lt;br /&gt;menjadi dasar penyusunannya, maka permulaan tahun atau tahun barunya&lt;br /&gt;bukanlah pada 1 Januari tetapi 23 Desember yaitu tanggal permulaan&lt;br /&gt;Surya tampak bergerak dari Tropic of Capricorn di belahan selatan&lt;br /&gt;Bumi ke arah Tropic of Cancer di belahan utara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika orang melihat Surya condong ke utara atau ke selatan sewaktu&lt;br /&gt;terbit dan terbenamnya, maka itu hanyalah tersebab gerakan zigzag dari&lt;br /&gt;Bumi ketika berkitar mengelilingi Surya. Kejadian yang dilihat ialah&lt;br /&gt;sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tanggal 21 Maret, Surya tepat berada di atas garis ekuator sambil&lt;br /&gt;bergerak ke arah utara, dan tanggal 21 Juni Surya mencapai titik 23&lt;br /&gt;1/2 derajat dari ekuator, titik pada garis keliling yang dinamakan&lt;br /&gt;dengan Tropic of Cancer. Ketika itu berlaku siang terpanjang di&lt;br /&gt;belahan utara, sebaliknya malam terpanjang di belahan selatan. Dari&lt;br /&gt;tanggal 21 Juni Surya mulai bergerak kembali ke arah ekuator dan tepat&lt;br /&gt;berada di atas garis ekuator pada tanggal 21 September.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tanggal 22 September Surya terus bergerak dari garis ekuator ke&lt;br /&gt;arah selatan dan sampai di garis yang dinamakan Tropic of Capricorn&lt;br /&gt;yaitu pada titik 23 1/2 derajat dari ekuator keliling Bumi. Ketika itu&lt;br /&gt;tercatat tanggal 22 Desember waktu mana berlaku siang terpanjang di&lt;br /&gt;belahan selatan dan malam terpanjang di belahan utara. Selanjutnya&lt;br /&gt;Surya bergerak kembali ke arah ekuator Bumi dan sampai pada tanggal 20&lt;br /&gt;Maret untuk pergantian musim selanjutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penanggalan yang benar adalah penanggalan Lunar Year atau Qamariah&lt;br /&gt;sesuai dengan petunjuk dan keredhaan ALLAH.&lt;br /&gt;Tahun Baru di mulai dari 1 Muharam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selengkapnya untuk melihat gambar dan Tulisan Arabnya klik di bawah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://forum. detik.com/ showthread. php?t=10498&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;wassalam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Delete Reply Forward Spam Move...&lt;br /&gt;Previous | Next | Back to Messages&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5831510211230109893-6763924962127663685?l=andifajarasti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://andifajarasti.blogspot.com/feeds/6763924962127663685/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5831510211230109893&amp;postID=6763924962127663685&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5831510211230109893/posts/default/6763924962127663685'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5831510211230109893/posts/default/6763924962127663685'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://andifajarasti.blogspot.com/2008/01/1-jan-bukan-tahun-baru.html' title='1 jan bukan tahun baru'/><author><name>andifajarasti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00652890503651153347</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_bK8cG64nMw0/R4hkgmDcPEI/AAAAAAAAADs/rYJZOZHPbVk/S220/Copy+of+SA403244.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5831510211230109893.post-7070205702174896252</id><published>2007-09-19T23:54:00.000-07:00</published><updated>2008-12-11T09:58:33.298-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Penalaran-KU'/><title type='text'>Menatap Masa Depan Penalaran-Ku</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_bK8cG64nMw0/RvIZ_JUYEOI/AAAAAAAAADQ/k1W0M-J0x7s/s1600-h/DSC01770.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_bK8cG64nMw0/RvIZ_JUYEOI/AAAAAAAAADQ/k1W0M-J0x7s/s320/DSC01770.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5112177099642769634" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Menatap Masa Depan Penalaran-Ku&lt;br /&gt; (Refleksi 9 Tahun LPM Penalaran UNM)&lt;br /&gt;Oleh:&lt;br /&gt;Andi Fajar Asti&lt;br /&gt;Situs Waktu Tidak terasa menyambut momen paling bersejarah, tepatnya tanggal 22 September 2007, Lembaga Penelitian Mahasiswa Penalaran Universitas Negeri Makassar (LPM PENALARAN UNM) genap berusia 9 tahun. Beragam keiinginan menyertai peringatan 9 Tahun lembaga itu  yang sebelumnya bernama UKM Penalaran UNM itu. Dan ragam keiinginan telah bercampur bangga, yang dirasakan tidak hanya berasal dari segenap pengurus LPM Penalaran UNM saja tetapi juga mungkin seluruh anggota dan  alumni.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beragamnya keiinginan itu didasarkan pada bagaimana melihat lembaga jauh lebih maju dibanding sebelumnya. Apalagi, sebagai Lembaga Penelitian ditingkat mahasiswa Paling Senior seantero makassar. Bahkan mahasiswa tetangga dari kampus raksasa dikawasan timur Indonesia (sebut saja UNHAS) pun “dipaksa”  memohon untuk didampingi pada salah satu kegiatan pelatihan karya tulis ilmiah dan pelatihan metodologi penelitian beberapa waktu yang lalu. Ini indikator bahwa SDM LPM Penalaran UNM tidak diragukan lagi. Tinggal yang menjadi PR bagi lembaga ini adalah bagaimana mengelola SDM yang tersedia?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tulisan ini bukan untuk membangun romantisme sejarah lembaga tetapi berada pada menatap lembaga dari jejak-jejaknya sekaligus meluruskan ego-ego tiap dinasti dengan asumsi bahwa pasti tiap dinasti punya kelebihan masing-masing. Kelebihan-kelebihan inilah yang kemudian akan menjadi referensi menata lembaga kedepan sehingga keberadaannya menjadi vital ditengah-tengan budaya kampus. Harapan kita semua adalah pada peringatan ulang tahun ini tidak terjebak pada prestasi-prestasi yang telah diukir karena pasti akan muncul kelas-kelas baru dan menyudutkan dinasti yang dianggap ”gagal” menaikkan prestasi Penalaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehingga Melalui momen ini paling tidak ada tiga hal yang harus menjadi wacana agenda lembaga kedepan. Pertama, penyehatan lembaga. Kedua, Meningkatkan sensitivitas Lembaga dalam menyikapi persoalan-persoalan pendidikan dan Iptek. Ketiga, Ekspansi Lembaga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyehatan Lembaga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyehatan lembaga yang dimaksud adalah merumuskan model lembaga yang sesuai dengan kondisi kekinian tanpa menafikan kemampuan anggota. Tarulah misalnya struktur lembaga yang ditambahkan dengan biro dengan harapan menyediakan wadah bagi anggota yang tidak tergabung dikepengurusan harian bisa berpartisipasi langsung diinternal lembaga ini. Tetapi yang terjadi ternyata lembaga biro seyogyanya sebagai perpanjangantangan ketua umum kepada anggotanya tidak jalan maksimal. Dengan berbagai dalih mereka super sibuk dengan organisasi lainnya juga dan lebih menyedihkan lagi kalo berdalih karena persoalan kuliah yang begitu padat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal kalau kita sadari sebenarnya keberadaan biro sangat menunjang proses akademik dikampus. Misalnya Biro diberi wewenang untuk mengembangkan skill anggotanya dibidang linguistik ternyata macet ditengah jalan. Padahal keberadaan biro sebelumnya telah dianalisis sangat dalam oleh badan pekerja. Tapi sayang kesadaran orang-orang yang ada dibiro kurang berakar. Akibatnya tidak memberikan konstribusi besar terhadap anggota dan lembaga. Sehingga kedepan keberadaan biro ini perlu diperhitungkan kembali. Tentunya dengan melihat budaya kerja anggota. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sensitivitas Lembaga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal kedua yang mesti diperhatikan adalah bagaimana sensitivitas Lembaga dalam menyikapi persoalan-persoalan pendidikan dan Iptek. Sensitivitas lembaga sangat diharapkan untuk meningkatkan partisipasi lembaga. Kapan sensitivitas lembaga lemah maka lembaga tidak mampu menetralisir berbagai persoalan yang timbul. Jika sensitivitas lembaga kuat maka lembaga akan mampu memberikan pemikiran-pemikiran kritis terhadap persoalan pendidikan dan iptek yang muncul termasuk lembaga sangat dituntu bisa memberikan solusi terhadap permasalahan tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalah Badan Hukum Pendidikan (BHP) misalanya yang sedang bergulir sekarang, tidak tampak sumbangsih pemikiran Penalaran. Padahal wacana BHP telah menjadi pembicaraan paling hangat didunia pendidikan kita termasuk UNM yang diiming-iming akan menuju kesana. Lembaga ini sah-sah saja memberikan bentuk sikap atas analisis terhadap sebuah persoalan pendidikan dan IPTEK. Karena kita tahu metodologi yang dipegang lembaga ini untuk menemukan sebuah solusi dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Tentu tidak ada yang berani meragukan analisis dari lembaga ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disamping wacana BHP diUNM masih banyak kebijakan dan persoalan lain yang perlu dianalisis  oleh LPM Penalaran. Tidak usah terlalu jauh Misalnya tawuran yang sering mewarnai dunia akademik UNM yang sdengan sendirija juga telah melukai pencitraan UNM terhadap masyarakat luar. Sehingga hampir disetiap pertemuan mahasiswa, dosen dan pimpinan universitas UNM selalu jadi mitos yang menakutkan, sungguh memalukan. Peristiwa tawuran terjadi diinstitutsi pencetak Guru yang notabene guru adalah sosok yang melahirkan pemimpin-pemimpin berkaliber dunia (Mis: Menteri dan Presiden).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih banyak persoalan yang butuh tawaran solusi dari lembaga ini. Tentunya paling tidak memberikan sebuah pemikiran positif terhadap persoalan pendidikan dan iptek. Sehingga nantinya keberadaan lembaga betul-betul dirasakan oleh dalam dan luar UNM sebagai komunitas cerdas menyumbangkan pikiran-pikirannya. Semuanya bisa dilakukan hanya jika lembaga punya sensitivitas dalam bergerak dan yang pasti Sensitifias lembaga muncul jika mata, telinga dan hati kita harus dibuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ekspansi Lembaga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ketiga yang harus diperhatikan oleh lembaga kedepan adalah Ekspansi Lembaga. Sudah saatnya lembaga tidak besar dikandang. Betapa tidak, lembaga ini tergolong sudah sangat matang dievent-event mahasiswa dan umum dari lokal sampai nasional. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di internal UNM, setiap event ilmiah penalaran  nyaris tidak pernah tidak memperoleh prestasi terbaiknya. Lomba karya tulis mahasiswa (LKTM) misalnya mulai ada yang namanya LKTM, LPM Penalaran selalu berada pada posisi atas dan paling banyak menyumbangkan tentaranya untuk berpartisipasi dalam event ilmiah tersebut baik secara kelembagaan maupun individu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Event lain, pemilihan mahasiswa berprestasi yang kadang diisi sekitar 90% pesertanya adalah anggota penalaran yang sebelumnya tersaring di jurusan dan fakultas yang realitasnya juga mereka yang bersaing ditingkat jurusan dan fakultas adalah orang yang pernah duduk dibangku PMP-OAB penalaran (istilah perekrutan Anggota baru skarang). Dan masih banyak lagi prestasi yang pernah diraih dievent ilmiah lainnya termasuk “kelas umum” sekalipun. Misalnya lomba yang diadakan oleh pemerintah (DIKTI, LIPI, Balitbangda, Dinas-dinas dll) dan perusahaan swasta lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam melakukan ekspansi lembaga harus memaksimalkan semua potensinya. Termasuk potensi alumni (orang-orang yang pernah dikader diLPM Penalaran UNM) juga tidak boleh dikebiri keberadaannya. Kalo perlu dibuatkan sebuah wadah untuk memudahkan komunikasi para alumni dan antara alumni dengan lembaga. Alumni keberadaannya juga sangat membantu proses pengembangan sayap lembaga  sehingga sangat menunjang proses kerja lembaga baik yang ada disekolah maupun instansi-instansi lintas disiplin ilmu (misalnya politik, pengusaha, pejabat dll). Termasuk keberadaan alumni dapat dijadikan pusat pejamin mutu Transformasi pengetahuan sehingga kualitas antar generasi tidak putus. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, LPM Penalaran harus berani memasuki instansi luar untuk menawarkan program-program yang relevan dengan instansi tersebut. Dinas pendidikan misalnya kenapa tidak penalaran ”jemput bola” menawarkan program penelitian dan pelatihan sebagaimana tawaran dan janji Kepala Dinas Pendidikan Sul-Sel diacara LKTIR sesul-selbar baru-baru ini. Ekspansi dengan pemerintah Propinsi Sulsel juga dapat dilakukan dengan memberikan tawaran-tawaran penelitian yang sifatnya lebih strategis dan profesional dimana pendanaan penelitian tidak lagi menjadi rebutan dengan lembaga lain yang kadang tidak relevant dan terkesan menghambur-hamburkan uang rakyat saja dengan hasil penelitian yang tidak jelas. Kalau penalaran dapat meyakinkan pihak pemerintah maka tidak menutup kemungkinan penalaran akan menjadi mitra kerja pemerintah dalam bidang riset dan pengembangan SDM dimana tidak perlu lagi pusing memikirkan sumber anggaran lembaga karena telah dialokasikan khusus. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suara dan keinginan untuk Ekspansi lembaga juga sebenarnya sudah mulai diteriakkan, sadar atau tidak sadar nama LPM Penalaran UNM telah mulai hangat dibicarakan dan sudah mulai dikenal oleh pihak luar atas prestasinya melakukan survei pemilihan rektor yang hampir satu minggu menjadi konsumsi publik dimedia cetak. Survei yang baru-baru diselesaikan oleh lembaga ini telah membangun kepercayaan publik baik internal dan eksternal kampus tentang kemampuan LPM Penalaran itu sendiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu dalam momentum memperingati Hari lahir LPM Penalaran UNM yang kesembilan tidak perlu terjebak pada pembicaraan atas prestasi masing-masing dinasti mulai dari dinasti Indra sampai dinasti Hasbi, Lebih rawan lagi kalau harus saling menyudutkan antar dinasti padahal zaman tidak selalu sama. Tetapi yang terpenting adalah memikirkan hal-hal yang akan diagendakan kedepan dengan variasi kerja yang lebih Progressif. Semangat ”Pena adalah pedang” harus menjadi semangat lembaga untuk lebih berbenah diri secara kolektif untuk melahirkan pemikiran-pemikiran baru buat kemajuan pendidikan dan dan konsep-konsep Ilmu Pengetahuan dan teknologi.&lt;br /&gt;WallahuA’lam Bissawaf*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*) Penulis adalah anggota LPM Penalaran angkatan ke7&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5831510211230109893-7070205702174896252?l=andifajarasti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://andifajarasti.blogspot.com/feeds/7070205702174896252/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5831510211230109893&amp;postID=7070205702174896252&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5831510211230109893/posts/default/7070205702174896252'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5831510211230109893/posts/default/7070205702174896252'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://andifajarasti.blogspot.com/2007/09/menatap-masa-depan-penalaran-ku.html' title='Menatap Masa Depan Penalaran-Ku'/><author><name>andifajarasti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00652890503651153347</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_bK8cG64nMw0/R4hkgmDcPEI/AAAAAAAAADs/rYJZOZHPbVk/S220/Copy+of+SA403244.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_bK8cG64nMw0/RvIZ_JUYEOI/AAAAAAAAADQ/k1W0M-J0x7s/s72-c/DSC01770.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5831510211230109893.post-5667909736846728066</id><published>2007-09-16T22:46:00.000-07:00</published><updated>2008-12-11T09:58:35.795-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sekolah'/><title type='text'>untuk semua</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_bK8cG64nMw0/Ru4X3298LqI/AAAAAAAAADI/lR_8V2HtxQU/s1600-h/SA400129.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_bK8cG64nMw0/Ru4X3298LqI/AAAAAAAAADI/lR_8V2HtxQU/s400/SA400129.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5111048875527646882" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;"Karena Pendidikan Untuk Semua maka dilarang Melarang Sekolah dan Kuliah"&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5831510211230109893-5667909736846728066?l=andifajarasti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://andifajarasti.blogspot.com/feeds/5667909736846728066/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5831510211230109893&amp;postID=5667909736846728066&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5831510211230109893/posts/default/5667909736846728066'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5831510211230109893/posts/default/5667909736846728066'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://andifajarasti.blogspot.com/2007/09/untuk-semua.html' title='untuk semua'/><author><name>andifajarasti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00652890503651153347</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_bK8cG64nMw0/R4hkgmDcPEI/AAAAAAAAADs/rYJZOZHPbVk/S220/Copy+of+SA403244.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_bK8cG64nMw0/Ru4X3298LqI/AAAAAAAAADI/lR_8V2HtxQU/s72-c/SA400129.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5831510211230109893.post-6239051425351335019</id><published>2007-09-15T06:22:00.000-07:00</published><updated>2007-09-15T06:24:03.041-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Qolbu'/><title type='text'>segumpal darah</title><content type='html'>"Dalam diri manusia terdapat segumpal darah, apabila baik maka baiklah seluruh jiwa manusia. Dan jika segumpal darah itu buruk maka buruklah semunya, segumpal darah itulah disebut qalbu/hati."&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5831510211230109893-6239051425351335019?l=andifajarasti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://andifajarasti.blogspot.com/feeds/6239051425351335019/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5831510211230109893&amp;postID=6239051425351335019&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5831510211230109893/posts/default/6239051425351335019'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5831510211230109893/posts/default/6239051425351335019'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://andifajarasti.blogspot.com/2007/09/segumpal-darah.html' title='segumpal darah'/><author><name>andifajarasti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00652890503651153347</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_bK8cG64nMw0/R4hkgmDcPEI/AAAAAAAAADs/rYJZOZHPbVk/S220/Copy+of+SA403244.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5831510211230109893.post-6443322627119468300</id><published>2007-09-12T22:58:00.001-07:00</published><updated>2008-12-11T09:58:35.962-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dangke'/><title type='text'>Pengawetan Dangke Dengan Asam Sorbat</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_bK8cG64nMw0/RujSCW98LoI/AAAAAAAAAC4/1bhLrZKpl5c/s1600-h/gelap.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_bK8cG64nMw0/RujSCW98LoI/AAAAAAAAAC4/1bhLrZKpl5c/s320/gelap.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5109564715218775682" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;LEMBAR PENGESAHAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karya tulis ini diajukan dalam rangka mengikuti pemilihan Mahasiswa Berprestsi 2005 tingkat universitas. Adapun judul dari karya tulis ini adalah “Pengawetan Dangke  Dengan Asam Sorbat” yang disusun oleh Andi Fajar Asti (Nim: 013304001) dengan ini dinyatakan telah diterima dan disetujui oleh dosen pembimbing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                Makassar, 02 Mei 2005&lt;br /&gt;Menyetujui,     &lt;br /&gt;Pembimbing      Penulis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Drs. Ismail, M.S                                        Andi Fajar Asti&lt;br /&gt;Nip. 131625063                                           Nim. 013304001&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Mengetahui,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembantu Rektor III       Pembantu Rektor III&lt;br /&gt;Universitas Negeri Makassar    Universitas Negeri Makassar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dr. Hamsu Abdul Gani, M.Pd    Drs. Ismail, M.S&lt;br /&gt;Nip. 131459944      Nip. 131625063                              &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KATA PENGANTAR&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puji syukur dipanjatkan kehadirat Allah SWT, atas segala limpahan nikmat yang tiada terhingga kepada kami, sehingga dapat menyelesaikan Karya Tulis ini dengan judul:&lt;br /&gt;Pengawetan Dangke Dengan Asam Sorbat&lt;br /&gt;Penyusunan karya ilmiah ini, penulis banyak mendapat dukungan dan bantuan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, pada kesempatan ini pula penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Dirjen Dikti atas bantuan informasi untuk pelaksanaan Mahasiswa Berprestasi.&lt;br /&gt;2. Bapak Rektor UNM, atas bantuan yang diberikan demi kelancaran pelaksanaan Penulisan karya ilmiah ini.&lt;br /&gt;3. Bapak Pembantu Rektor III UNM, atas bantuan dan dukungan yang diberikan demi kelancaran penyusunan karya ilmiah ini.&lt;br /&gt;4. Ketua Jurusan Kimia FMIPA UNM, atas dukungan dan bimbingan yang telah diberikan dalam penyusunan karya ilmiah ini.&lt;br /&gt;5. Bapak Drs. Ismail, M.S. selaku dosen pembimbing yang telah mengarahkan dan membimbing selama penyusunan karya ilmiah ini.&lt;br /&gt;6. Rekan-rekan pengurus dan anggota Lembaga Penulisan Mahasiswa (LPM) Penalaran UNM, Bem FMIP UNM, Himpunan Mahasiswa Kimia FMIPA UNM.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun penulis menyadari bahwa tulisan ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, saran dan kritik yang membangun tetap diharapkan guna penyempurnaan Penulisan nantinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga karya ilmiah ini dapat bermanfaat bagi semua pihak terkait dan semoga segala bantuan dan partisipasi yang telah diberikan oleh semua pihak bernilai ibadah di sisi Allah SWT. Amien.&lt;br /&gt;Makassar, 02 Mei 2005&lt;br /&gt;Penulis&lt;br /&gt;ABSTRAK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andi Fajar Asti. 2005. Pengawetan Dangke dengan Asam Sorbat. Lomba Karya Tulis Mahasiswa. &lt;br /&gt;Tujuan Penulisan adalah: 1.  Untuk mengetahui Pengawetan Dangke dengan Asam Sorbat. 2.  Untuk mengetahui Manfaat Dangke sebagai Bahan Pangan.&lt;br /&gt;Jenis tulisan ini bersifat kajian pustaka atau library research. Objek tulisan adalah Pengawetan Dangke dengan Asam Sorbat. Secara ilmiah, Dangke tidak dapat bertahan lama dalam penyimpanan karena banyak mengandung sari makanan yang efektif untuk pertumbuhan mikroba sehingga lebih cepat rusak. Data-data yang disajikan dalam tulisan ini diperoleh dari literature yang relevan. Untuk mempermudah pemahaman terhadap permasalahan yang dikaji maka, dalam tulisan ini penyajian dibagi dalam dua sub pokok bahasan,yaitu:1. Pengawet dangke dengan asam sorbat. 2.   Manfaat dangke sebagai bahan pangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengawetan dangke dengan asam sorbat lebih efektif memberikan perlindungan daripada pengawetan dengan garam dapur. Mekanisme asam sorbat dalam mencegah pertumbuhan mikroba adalah dengan mencegah kerja enzim dehidrogenase terhadap asam lemak. Dangke dapat dimanfaatkan sebagai makanan pangan sumber lemak dan protein yang cukup untuk memenuhi kebutuhan gizi dalam tubuh manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata Kunci: Pengawetan, Dangke, Asam Sorbat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DAFTAR ISI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HALAMAN JUDUL   i                                                                                              &lt;br /&gt;LEMBAR PENGESAHAN  ii&lt;br /&gt;KATA PENGANTAR   iii&lt;br /&gt;ABSTRAK   iv&lt;br /&gt;DAFTAR ISI   v&lt;br /&gt;BAB I   PENDAHULUAN&lt;br /&gt;A. Latar Belakang    1&lt;br /&gt;B. Rumusan Masalah    3&lt;br /&gt;C. Tujuan Masalah   3&lt;br /&gt;D. Manfaat Penulisan    3&lt;br /&gt;BAB II  TINJAUAN PUSTAKA &lt;br /&gt;A. Pengawetan   4&lt;br /&gt;B. Dangke 10&lt;br /&gt;BAB III  METODE PENULISAN&lt;br /&gt;A. Jenis Tulisan…………………………………………………………  15 B. Objek Tulisan…………………………………………………………15 &lt;br /&gt;C. Pengumpulan Data ……………………………………………...……15 &lt;br /&gt;D. Prosedur Penulisan ……………………………………………………15  &lt;br /&gt;BAB IV  PEMBAHASAN&lt;br /&gt;A. Pengawetan  Dangke dengan Asam Sorbat. 16&lt;br /&gt;B. Manfaat dangke sebaga bahan pangan 18&lt;br /&gt;BAB V KESIMPULAN DAN SARAN&lt;br /&gt;A. Simpulan 20&lt;br /&gt;B. Saran   20&lt;br /&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB I&lt;br /&gt;PENDAHULUAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Latar Belakang Masalah &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam UU. Pangan RI. No. 7 tahun 1996 menetapkan bahwa pangan merupakan kebutuhan dasar manusia yang pemenuhannya menjadi hak asasi setiap rakyat indonesia dalam mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas untuk melaksanakan pembangunan nasional. Salah satu upaya yang memiliki dampak cukup penting untuk meningkatan sumber daya manusia adalah peningkatan standar gizi masyarakat. Standar gizi sangat ditentukan oleh tingkat konsumsi pangan serta kesehatan individu dan lingkungannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih lanjut, dalam UU. Pangan RI. No. 7 tahun 1996 menegaskan bahwa pangan adalah segala sesuatu yang berasal dari sumber hayati dan air baik yang diolah maupun tidak diolah, yang diperuntukan sebagai makanan atau minuman bagi konsumsi manusia, termasuk bahan tambahan pangan, bahan baku pangan, dan bahan lain yang digunakan dalam proses penyiapan, pengolahan, dan atau pembuatan makanan atau minuman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu bahan pangan berkalori dan bergizi tinggi adalah susu yang juga telah banyak digunakan dinegara berkembang termasuk di Indonesia. Susu merupakan hasil perahan yang diperoleh dari sapi atau kerbau serta hewan menyusui lainnya, yang dapat  diminum atau dapat dipergunakan sebagai bahan pangan yang aman dan sehat. Susu telah dipergunakan manusia untuk pangan baik dalam bentuk aslinya maupun dalam bentuk yang telah diolah menjadi berbagai produk lainnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Produk olahan susu khususnya di kabupaten Enrekang provinsi Sulawesi Selatan adalah dangke. Dangke dibuat dengan jalan memanaskan susu segar sampai mendidih. Setelah mendidih ditambahkan getah papaya hingga terbentuk gumpalan. Gumpalan yang terbentuk dipisahkan dan dimasukkan kedalam cetakan yang biasanya terbuat dari tempurung kelapa selanjutnya ditekan supaya kandungan air dalam gumpalan berkurang. Setelah terbentuk dalam cetakan gumpalan tersebut dikeluarkan dari tempat cetak. Hasil inilah yang  disebut dangke. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biasanya dangke digunakan sebagai makanan atau lauk pauk dengan cara digoreng, dipanggang atau tergantung selera yang mengkonsumsinya. Bagi masyarakat kabupaten Enrekang, dangke yang merupakan makanan khas paling disenangikarena mempunyai rasa yang lezat. Selain itu, dengan pembuatan dangke yang cukup sederhana dan tidak membutuhkan banyak biaya, maka dangke juga dijadikan oleh masyarakat setempat sebagai mata pencaharian.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Supaya dapat tahan lama, dangke yang akan dibawa keluar dari kota Enrekang atau diperdagangkan dangke terlebih dahulu direndam dalam larutan garam dapur supaya bahan pangan tersebut bias lebih awet. Bahkan sebagian diantara mereka ada yang menggunakan pengawet garam dapur dengan cara penaburan garam dapur disekeliling dangke tersebut, kemudian dikeringkan. Pengawetan dengan menggunakan garam dapur inilah yang menjadi kultur oleh sebagian besar masyarakat Massenrepuluh Kabupaten Enrekang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disatu sisi, ternyata pengawetan dengan garam dapur mempunyai kelemahan yaitu dangke yang akan dikonsumsi harus melalui proses penyiraman dengan air panas untuk mengurangi kandungan garam didalam bahan pangan itu sendiri. Dan boleh jadi cita rasa yang lezat dari dangke ini  akan berkurang. Olehnya itu perlu bahan pengawet yang lebih baik dan mampu memberi daya tahan selama penyimpanan sehingga lebih memungkinkan untuk didistribusi lebih meluas serta tidak mengurangi cita rasa bahan pangan itu sendiri. Dalam tulisan ini penulis tertarik untuk memperkenalkan bahwa salah satu pengawet yang bisa digunakan untuk jenis bahan pangan olahan susu adalah asam sorbat. Asam sorbat bekerja untuk memberikan perlindungan terhadap pertumbuhan mikroorganisme dalam dangke  tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Rumusan Masalah &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan latar belakang yang telah dikemukakan diatas, maka rumusan masalah yang diangkat dalam Penulisan ini adalah : &lt;br /&gt;1.  Bagaimanakah Pengawetan Dangke dengan Asam Sorbat?&lt;br /&gt;2.  Apa Manfaat Dangke Sebagai Bahan Pangan?&lt;br /&gt;C. Tujuan Penulisan&lt;br /&gt;Adapun  tujuan Penulisan ini adalah:  &lt;br /&gt;1.  Untuk mengetahui Pengawetan Dangke dengan Asam Sorbat.&lt;br /&gt;2.  Untuk mengetahui Manfaat Dangke sebagai Bahan Pangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D. Manfaat Penulisan&lt;br /&gt;Manfaat yang diharapkan dari Penulisan ini adalah:&lt;br /&gt;1. Sebagai bahan masukan bagi pemerintah, dalam hal ini Dinas Ketahanan Pangan supaya melakukan pembenahan tentang upaya pengawetan Dangke dengan penambahan Asam Sorbat.&lt;br /&gt;2.   Sebagai bahan masukan kepada masyarakat tentang manfaat dangke sebagai bahan pangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB II&lt;br /&gt;TINJAUAN PUSTAKA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Pengawetan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Pengertian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengawetan adalah suatu teknik atau tindakan yang digunakan oleh manusia pada bahan pangan sedemikian rupa sehingga bahan tersebut tidak mudah rusak (Winarno, 1983). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kamus besar bahasa Indonesia (2002) dijelaskan bahwa pengawetan adalah proses, cara, pembuatan menjadi awet dan tahan lama (tidak mudah rusak, basi atau busuk).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Metode pengawetan pangan berdasarkan atas prinsip-prinsip tertentu. Menurut Ishak (1985 : 21) prinsip-prinsip itu adalah : &lt;br /&gt;1. Menghambat terjadinya penguraian oleh mikroba dengan membunuh atau mengurangi jumlah mikroba pada bahan pangan. &lt;br /&gt;2. Menghambat dekomposisi sendiri dari bahan pangan misalnya dengan membusuk atau menginaktifkan enzim di dalam bahan pangan.&lt;br /&gt;3. Memperlambat proses pernapasan atau reaksi biokimia lainnya.&lt;br /&gt;4. mencegah kerusakan karena adanya faktor-faktor dari luar seperti serangan oleh serangga, parasit maupun kerusakan mekanis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daya keawetan suatu bahan berbeda antara yang satu dengan yang lainnya. Ada bahan yang dapat tahan selama beberapa hari sudah bias dikatakan awet,  sementara bahan tersimpan selama tiga bulan belum disebut awet. Karena itu, istilah awet sebetulnya melibatkan pengertian nisbi terhadap daya awet alami suatu bahan pangan dalam kondisi normal. Waktu awet suatu bahan panga bukan berarti meliputi kurung waktu yang terbatas. Makanan kaleng mempunyai daya awet sekitar enam bulan saja. Telur segar yang diawetkan dengan pendinginan dapat awet hingga enam bulan sampai sembilan bulan. Ikan asin tahan sampai enam bulan. Sayuran dan buah-buahan yang tahan sepuluh hari sudah dapat dikatakan awet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     2. Tujuan Pengawetan  Pangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengawetan bertujuan untuk menghambat atau mencegah terjadinya kerusakan, mempertahankan mutu, menghindarkan terjadinya keracunan serta mempermudah penanganan dan penyimpanan bahan makanan (Winarno , 1983 : 9). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Buckle, (1985 : 20-21) bahwa tujuan pengawetan bahan pangan secara komersial adalah : &lt;br /&gt;1. Untuk mengawetkan bahan pangan selama perjalanan dari produsen ke konsumen, dengan menghindarkan perubahan-perubahan yang tidak diinginkan dalam hal keutuhannya, nilai gizi atau mutu organoleptis secara metode ekonomis yang mengendalikan pertumbuhan mikroorganisme, mengurangi perubahan-perubahan kimia, fisik, fisiologis, faal, dan pencemaran.&lt;br /&gt;2. Untuk mengisi kekurangan produksi terutama kesulitan akibat musim.&lt;br /&gt;3. Untuk menjamin sejauh mungkin, agar kelebihan produksi lokal atau kelebihan musim tidak terbuang. &lt;br /&gt;4. Untuk memudahkan penanganan, yang dilakukan terutama melalui perbagai bentuk pengemasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu cara pengawetan adalah penambahan pengawet. Efektivitas suatu pengawet ditentukan oleh macam dan konsentrasinya, komposisi bahan pangan, jenis dan populasi mokroba yang akan dihambat, serta media yang akan dibubuhi pengawet. Pada umumnya, semakin tinggi konsentrasi pengawet yang digunakan, semakin besar efektivitasnya. Untuk memperoleh daya kerja optimal harus diperhatikan macam pengawet, serta jenis dan populas mikroba yang akan dihambat atau dihentikan pertumbuhannya. Sebenarnya proses pengawetan lebih tepat dikatakan sebagai usaha untuk menghambat kerusakan karena lambat atau cepat bahan yang telah diawetkan akan mengalami kerusakan juga. Bahan yang awet mempunyai nilai yang lebih tinggi daripada bahan yang tidak awet karena resiko terjadinya kerusakan dapat diperkecil. Bahan yang awet meskipun mengalami perubahan-perubahan, proses terjadinya perubahan itu sangat lambat sehingga seolah-olah bahan itu tidak mengalami perubahan. Bahan yang diawetkan mudah cara penanganannya karena sortasi tidak perlu dilakukan serta kemungkinan penularan atau kontaminasi dapat diperkecil. Biasanya bentuk bahan yang diawetkan dapat mudah diatur dengan ringkas dan praktis. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Jenis- jenis Bahan Pengawet Pangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Garam, Gula, dan Asam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penggaraman merupakan cara pengawetan yang telah dipraktekkan orang berabad-abad yang lalu hingga kini masih merupakan cara pengawetan yang penting. Disamping penggaraman dikenal pula cara pengawetan lain yaitu pengasaman, pengawetan dengan gula, pengasapan, dan penggunaan berbagai bahan kimia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Garam khususnya garam dapur (NaC1), dapat mengawetkan bahan pangan. Garam dapat menghambat pertumbuhan mikroba-mikroba pembusuk yang mengkontaminasi bahan makanan. Berbagai mikroba pembusuk khususnya proteolitik sangat peka terhadap kadar garam. Mikroba penting seperti C. Botulinum dapat dihambat dengan larutan garam 10 – 12 %. Garam juga dapat mempengaruhi aktivitas air (Aw) bahan makanan sehingga dapat menghambat pertumbuhan bakteri-bakteri yang tidak dikehendaki. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbagai jenis asam terutama asam asetat dan laktat dapat terbentuk pada proses fermentasi bahan pangan. Asam tersebut ternyata dapat mencegah mikroba-mikroba perusak yang daya tahannya terhadap asam sangat rendah (Buckle, 1985 : 166). Peranan asam didalam mencegah pertumbuhna mikroba adalah pertama karena asam itu menurunkan pH, dan yang kedua berbagai asam sukar terdissosiasi. Pada pH yang sama asam cuka mempunyai daya penghambat lebih baik daripada asam laktat sedangkan  asam laktat lebih kuat daya hambatnya daripada asam sutrat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penggunan gula sebagai bahan pengawet banyak digunakan khususnya pada jelly, sari bauh, manisan, susu kental manis, dan madu. Pada konsentrasi lebih dari 70%, gula dapat mencegah berbagai kerusakan bahan pangan. Bila pada bahan pangan diberikan gula sebesar 40%, banyak airy bebas menjadi tidak bebas lagi untuk kehidupan bakteri karena Aw bahan berkurang. Pada umumnya monosakarida lebih efektif dalam menurunkan Aw¬ bahan makanan daripada disakarida maupun polisakarida pada konsentrasi yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Pengawet Kimia &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengawet kimia berfungsi untuk mempertahankan bahan makanan dari serangan mikroba pembusuk. Pengawet kimia dapat menghambat, mencegah, memberhentikan proses pembusukan, fermentasi, pengasaman, atau kerusakan komponen  lain dari bahan pangan (Winarno, 1983 : 102). Yang termasuk bahan pengawet kimia adalah asam benzoat, sulfit, metasulfit, niasin, asam sorbat, asam propionat, atau garamnya, peroksida, gula, asam asetat, cuka, alcohol, gliserin, bumbu, dan bahan yang terdapat dalam asap. Daya pengawet bahan-bahan tersebut bergantung pada konsentrasi, komposisi bahan pangan, serta jenis mikroba yang akan dicegah pertumbuhannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gas SO2 (sulfur dioksida) dapat diberikan dalam bentuk sulfit, bisulfit, atau metasulfit. SO2 digunakan untuk mencegah keruskan yang disebabkan oleh reaksi pencoklatan non enzimatik. Disamping itu, SO2 dapat juga berfungsi sebagai bahan anti mikroba, penghambat reaksi pencoklatan enzimatik, serta bekerja sebagai zat anti oksida (sebagai pereduksi). SO2¬ lebih efektif pada pH rendah terutama pada pH 2,5-4,0. Kerja SO2 terutama dilakukan oleh SO2 bebas tidak terikat. SO2 lebih dapat menghambat pertumbuhan bakteri daripada  pertumbuhan khamir. Karena SO2 digunakan dalam pembuatan minuman beralkohol, anggur (dengan memberantas bakteri) dan ragi liar, tetapi membiarkan tumbuh ragi yang dikehendaki.&lt;br /&gt;Penggunaan asam benzoat atau garamnya terbatas pada produk-produk buah-buahan. Benzoat biasanya digunakan bersama dengan SO2. Benzoat tersebut lebih efektif terhadap khamir dan bakteri daripada kapang. Asam benzoat efektif pada pH 2,5-4,0.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asam Sorbat (asam 2,4 heksadianoat) umumnya digunakan dalam bentuk garam kaliumnya. Asam Sorbat (Sorbic Acid) mampu menghambat pertumbuhan berbagai jenis kapang dan khamir, tetapi tidak efektif terhadap bakteri. Asam sorbat akan lebih efektif pada pH yang lebih tinggi daripada pH efektif asam benzoat. Karena tidak mempengaruhi citarasa maka Asam Sorbat (Sorbic Acid) banyak digunakan di dalam industri anggur pengawetan pangan untuk mengurangi jumlah SO2 yang digunakan. dan pengawetan pangan untuk mencegah mikroorganisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     4. Kerusakan Bahan Pangan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu bahan dianggap rusak bila menunjukkan penyimpangan yang melewati batas yang dapat diterima secara normal oleh panca indera atau parameter lain yang biasa digunakan. Proses pematangan buah-buahan dan sayur-sayuran merupakan suatu proses reaksi kimia yang panjang yang berakhir dengan pembusukan. Terjadinya perubahan yang menunjukkan gejala pembusukan merupakan suatu tanda awal kerusakan bahan pangan. Buckle (1985 : 69 – 70), mengemukakan bentuk kerusakan bahan pangan sebagai berikut: &lt;br /&gt;a. Berjamur &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapang bersifat aerobik, paling banyak tumbuh pada bagian luar permukaan bahan pangan yang tercemar. Bahan pangan mungkin menjadi lekat, berbulu sebagai hasil produksi miselium dan spora, kapang, dan berwarna. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Pembusukan (rots)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada umumnya diartikan sebagai pembusukan dari produk-produk dengan tekstur yang cukup baik seperti buah-buahan dan sayuran dimana pertumbuhan mikroorganisme merusak bagian-bagian struktur bahan pangan menjadi produk yang sangat lunak dan berair. &lt;br /&gt;c. Berlendir &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertumbuhan bakteri pada permukaan yang basah seperti sayuran, daging, dan ikan dapat menyebabkan flavor dan bau yang menyimpang serta pembusukan bahan pangan dengan pembentukan lendir. Beberapa mikroorganisme menghasilkan kolonio-koloni mempunyai pigmen yang memberi warna pada bahan pangan yang tercemar. Seperti warna merah oleh Seratia mercescens. &lt;br /&gt;d. Berlendir Kental Seperti Tali &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu lendir kental seperti tali pada bahan pangan disebabkan oleh berbagai spesies mikroorganisme seperti Leuconostoc mesenterides, Bacillus dan Lactobacillus plantarum. Pada beberapa bahan pangan, pembentukan lendir dikaitkan dengan pembentukan bahan kapsul oleh mikroorganisme. Dan zat lainnya disebabkan oleh hidrolisa dari zat pati dan protein untuk menghasilkan bahan bersifat lekat yang tidak berbentuk kapsul. Lendir tali ini dapat mencemari bahan-bahan pangan seperti minuman ringan, anggur, cuka, susu dan roti. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahan-bahan yang telah dirusak oleh jasad renik dapat menjadi sumber kontaminasi yang berbahaya bagi bahan-bahan lain yang masih sehat atau segar. Bahan yang sedang membusuk mengandung jasad renik yang masih muda serta dalam fase pertumbuhan ganas (log phase). Karena itu, kerusakan atau pembusukan dapat menular dengan cepat ke bahan-bahan lain yang ada di dekatnya. &lt;br /&gt;B.  Dangke &lt;br /&gt;     1. Pengertian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Marsoeki, A. (1978) Dangke adalah sejenis makanan bergizi yang dibuat dari susu kerbau. Kadang-kadang dangke juga dibuat dari susu sapi. Dangke dibuat di Kabupaten Enrekang (Sulawesi Selatan). Daerah yang terkenal sebagai penghasil dangke di Kabupaten Enrekang adalah Kecamatan Baraka, Kecamatan Anggeraja, dan Alla.&lt;br /&gt;Lebih lanjut, Marsoeki, A. (1978) menjelaskan bahwa dangke telah dikenal sejak sebelum tahun 1905. Adapun nama dangke berasal dari bahasa Belanda. Waktu Belanda melihat jenis makanan yang terbuat dari susu itu Belanda mengatakan “DANGKE WELL” yang artinya terima kasih. Rakyat yang mendengar kata dangke mengira itulah nama makanan tersebut. &lt;br /&gt;2. Cara Pembuatan Dangke &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Susu kerbau yang masih baik (belum memecah) dipanaskan sampai mendidih kemudian ditambahkan air perasan daun pepaya, sehingga terjadi gumpalan-gumpalan. Gumpalan yang terjadi dimasukkan dalam cetakan (yang terbuat dari tempurung kelapa), sambil ditekan-tekan untuk mengeluarkan airnya. Gumpalan yang sudah mengeras, dikeluarkan dari cetakan dan hasilnya itulah yang disebut Dangke. Dangke yang telah jadi dibungkus dengan daun pisang. Untuk bisa tahan lama, dangke ditaburi dengan garam dapur. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain air perasan daun pepaya, juga dipakai tangkai daun pepaya dan getah pepaya muda sebagai bahan penggumpal. Tanaman pepaya (Carica pepaya L) mengandung cairan getah yang larut di dalam air, yang banyak terdapat pada buah yang muda, tangkai daun, dan batang bila ditoreh. Getah pepaya mengandung enzim proteinase sulfuhydril yang berfungsi mengatalisis reaksi-reaksi biologik. Selain pepaya, air nenas dan perasan dai siwulan juga dapat dipakai sebagai penggumpal. Penambahan bahan penggumpal harus dapat diperkirakan agar jangan terlalu berlebihan. Jika bahan penggumpal berlebih, dangke akan terasa pahit. Untuk dapat memperkirakan jumlah penggumpal yang ditambahkan, cairan penggumpal ditambahkan sedikit demi sedikit (sambil tetap dipanaskan) hingga semua susu menggumpal. Apabila air susu yang dipanaskan masih tetap meluap, cairan penggumpal ditambahkan lagi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     3. Bahan Baku Dangke &lt;br /&gt;a. Susu&lt;br /&gt;Susu merupakan makanan yang hampir sempurna dan merupakan makanan alamiah bagi binatang menyusui yang baru lahir, di mana susu satu-satunya sumber makanan pemberi kehidupan sesudah kelahiran. Menurut Buckle (1985:269) susu sebagai sekresi dari kelenjar susu binatang yang menyusui anaknya. Susu diperoleh dari sapi perah sejak melahirkan, mencapai puncak produksi 35-50 hari setelah melahirkan. Alat penghasil susu pada sapi disebut ambing. Ambing terdiri empat kelenjar yang berlainan yang disebut quarters.  Setiap quarters dilengkapi puting. Melalui Puting inilah, keluar susu alamiah yang biasa dipergunakan sebagai bahan dasar pembuatan bahan pangan yang kaya akan zat gizi (Buckle, 1985: 270).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Susu mengandung zat gizi yang tinggi, seperti pada Spesies Kerbau: lemak 12,46 %, protein 6,03 %, laktosa 3,74 %, abu 0,272 %, air 76,89 %. Selain itu mengandung bahan lain (mineral) dalam jumlah sedikit seperti : Sitrat, enzim-enzim fofsfolipid, vitamin A, vitamin B, dan vitamin C.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tabel 1.2. Komposisi susu berbagai spesies &lt;br /&gt;Spesies % Air % Lemak % Protein % Laktosa % Mineral&lt;br /&gt;Manusia &lt;br /&gt;Sapi &lt;br /&gt;Kambing &lt;br /&gt;Dombah &lt;br /&gt;Kuda &lt;br /&gt;Kerbau &lt;br /&gt;Unta &lt;br /&gt;Kucing  88,30&lt;br /&gt;87,25&lt;br /&gt;87,88&lt;br /&gt;80,82&lt;br /&gt;90,70&lt;br /&gt;76,89&lt;br /&gt;87,61&lt;br /&gt;8,63 3,11&lt;br /&gt;3,80&lt;br /&gt;3,82&lt;br /&gt;6,86&lt;br /&gt;1,20 &lt;br /&gt;12,46&lt;br /&gt;5,38&lt;br /&gt;3,33 1,19 &lt;br /&gt;3,50 &lt;br /&gt;3,31&lt;br /&gt;6,52&lt;br /&gt;2,00 &lt;br /&gt;6,03 &lt;br /&gt;2,98 &lt;br /&gt;9,68  7,18 &lt;br /&gt;4,80 &lt;br /&gt;4,54&lt;br /&gt;4,91&lt;br /&gt;5,70 &lt;br /&gt;3,74 &lt;br /&gt;3,26 &lt;br /&gt;4,91  0,21&lt;br /&gt;0,65&lt;br /&gt;0,55&lt;br /&gt;0,89&lt;br /&gt;0,40 &lt;br /&gt;0,89&lt;br /&gt;0,70 &lt;br /&gt;0,51 &lt;br /&gt;Sumber : Eckles, Combs, Macy (1975)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun komponen penyusun susu adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Lemak Susu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Buckle (1985:273) lemak atau lipid dalam susu berbentuk jutaan bola kecil yang bergaris tengah rata-rata 3 mikron. Gliserida yang bersifat padat pada suhu kamar disebut lemak dan bersifat cair disebut minyak. Lipid adalah substansi yang tidak larut dalam aur tetapi larut dalam ether, clroform, atau pelarut yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buckle (1985:273) menambahkan bahwa pada lemak susu ditemukan 50 macam asam lemak yang berbeda, yang bersifat jenuh 60 %-75 %, 25 %-30 % yang tidak jenuh dan 4 % merupakan asam lemak polyusantureted. Asam lemak yang paling banyak terdapat pada susu adalah miristat (C14), palmitat(C16) dan streat (C18). Komponen mikro dari lemak susu adalah fosfolipid, sterol, tokoferol (vitamin E), karoten, vitamin A dan vitamin D. Asam lemak triasilgliserol merupakan sumber utama energi dan bahan bakar yang disukai daripada karbohidrat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Protein Susu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Protein adalah yang pertama atau yang terpenting. Protein susu terbagi menjadi 2 kelompom utama yaitu kasein yang dapat diendapkan oleh asam dan enzim renin dan protein whey yang dapat mengalami denaturasi oleh panas pada suhu 650 C. (Buckle. 1985: 274).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Casein adalah protein utama susu yang jumlahnya mencapai 80 % dari total protein, sedangkan protein whey adalah air yang tersisi sesudah penghilangan lemak dan casein dari susu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Winarno, (1997: 50) menjelaskan bahwa molekul protein mengandung nilai gizi yang tinggi. Protein ini mengandung nitrogen (N), karbon (C), Hidrogen (H), Oksigen (O), belerang (S) dan kadang-kadang Phosfor (P), besi (Fe), dan tembaga (Cu) Apabila protein murni dianalisis unsur-unsur penyusunnya, maka dapat diperoleh komposisinya sebagai berikut: C (50 %-55 %), O (20 %-25 %), N (15 %-18 %), H (5 %-7 %), S (0,4 %- 2,5 %), P, Fe, dan Cu diperoleh dalam jumlah yang sangat sedikit ( Sudarmaji dalam kasmiati, 1989:121).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Protein memiliki struktrur yang sangat besar dan panjang karena tersusun oleh asam-asam amino melalui ikatan peptida. Pada umumnya protein tersusun dari 23 jenis asam-asam amino (Sudarmaji dalam kasmiati, 1989: 121).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Laktosa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Buckle (1985: 275) laktosa adalah karbohidrat utama yang terdapat dalam susu. Sedangkan menurut Gamen &amp; Sherrington dalam kasmiati, 1989), laktosa adalah disakarida yang terdiri dari glukosa dan galaktosa. Laktosa dimasukkan ke dalam golongan disakarida seperti halnya dengan sukrosa, maltosa karena tersusun oleh 2 residu monosakarida yang dihubungkan oleh ikatan glikogen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mayes dalam kasmiati, 1989) menambahkan bahwa laktosa diperoleh dari susu dan terdapat dalam urine selama kehamilan. Laktosa dapat mereduksi gula membentuk fenilhidrazin, dan tidak dapat difermentasi oleh ragi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Mineral dan Kelompok Lain&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Buckle, (1984: 27) susu mengandung 80,10 % air bila pada susu dihilangkan dengan penguapan dan sisa yang kering dibakar pada suhu rendah akan diperoleh sisa abu putih yang berisi bahan-bahan mineral, seperti protassium, kalsium, clorine, fosfor, dan sodium. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;b. Getah Pepaya &lt;br /&gt;Tanaman pepaya (Carica papaya L) mengandung cairan getah yang larut di dalam air. Getah itu banyak terdapat pada buah yang muda, tangkai daun, dan batang bila diperoleh. Getah pepaya mengadung enzim papain (papayatum), yaitu enzim proteinase sulfuhidril yang berfungsi mengkatalisis reaksi-reaksi biologik, seperti mengepukkan daging dan mengumpalkan protein susu  (Djatmiko:32). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Enzim Papain dalam proses pembuatan dangke berperan sebagai biokatalisator, dalam artian bahwa enzim papain dapat mempercepat kerja enzim pada penggumpalan susu setelah ditambahkan sedikit demi sedikit pada suhu tertentu dan pH 6,70. Muchadi dalam Kasmiati (2001) mengemukakan bahwa enzim papain stabil pada suhu tinggi mencapai 75o C, begitpula dengan kimopapain hingga mencapai 75oC. Menurut Djide dalam Kasmiati (2001) air susu menggumpal pada saat pH 6,70. Menurut Gaman dalam Kasmiati (2001) katalisator adalah substansi yang mempercepat reaksi tetapi pada akhirnya substansi tersebut berubah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB III&lt;br /&gt;METODE PENULISAN&lt;br /&gt;A. Jenis Penulisan&lt;br /&gt;Penulisan ini bersifat kajian pustaka atau library research. Data yang diperoleh disajikan secara deskriptif sehingga menunjukkan suatu kajian ilmiah yang dapat dikembangkan dan diterapkan lebih lanjut.&lt;br /&gt;B. Objek Penulisan&lt;br /&gt;Pengawetan Dangke dengan Asam Sorbat. Secara ilmiah, Dangke tidak dapat bertahan lama dalam penyimpanan karena banyak mengandung sari makanan yang efektif untuk pertumbuhan mikroba sehingga lebih cepat rusak. Melalui tulisan ini diharapkan penggunaan Asam Sorbat dapat membantu dalam pengawetan Dangke sehingga lebih tahan selama penyimpanan dibanding pengawet garam dapur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Pengumpulan Data&lt;br /&gt;Data-data yang disajikan dalam tulisan ini diperoleh dari Makalah, Jurnal, Buku hasil Penulisan dan internet. Termasuk dari hasil diskusi dengan orang-orang yang memiliki latar belakang keilmuan yang relevan dengan permasalahan.&lt;br /&gt;E. Prosedur Penulisan&lt;br /&gt;Pengambilan data dilakukan dengan mengumpulkan literatur sebanyak-banyaknya dan selanjutnya diseleksi yang betul-betul relevan kemudian disajikan dalam bentuk tulias ilmiah. Untuk mempermudah pemahaman terhadap permasalahan yang dikaji maka, dalam tulisan ini penyajian dibagi dalam dua sub pokok bahasan,yaitu:&lt;br /&gt;1.   Pengawet dangke dengan asam sorbat.&lt;br /&gt;2.   Manfaat dangke sebagai bahan pangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB IV&lt;br /&gt;PEMBAHASAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Pengawetan Dangke Dengan Asam Sorbat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asam sorbat merupakan golongan umum dari asam lemak rantai panjang yang tidak jenuh, efektif sebagai agensia fungistatis (menghambat pertumbuhan jamur) terutama asam sorbat yang sangat bermanfaat dalam pengendalian pertumbuhan jamur di dalam keju yang dikemas. Pada margarin yang dibuat dari susu fermentasi, dilaporkan bahwa untuk tujuan pengawetan, penambahan asam sorbat yang diperlukan secara fungsional adalah sepertiga lebih rendah daripada asam benzoat. Selanjutnya ditunjukkan bahwa asam sorbat efektif terhadap banyak jamur yang biasa dijumpai dalam daging, dan sekarang penggunaannya dalam pengolahan berbagai-bagai bahan pangan telah dilakukan. Keefektifan dari asam sorbat untuk melindungi keju yang dikemas dan disimpan dalam kondisi yang lembap, dari serangan jamur telah diakui secara luas. Pemakaian zat pengawet ini terus meningkat karena telah disadari manfaatnya bagi industri fermentasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah ditemukan bahwa pengaruh penghambatan asam sorbat yang bekerja pada pertumbuhan jamur disebabkan oleh adanya penghambatan pada system enzim dehidrogenase dalam jamur. Pada tingkat pertumbuhan jamur yang rendah, asam sorbat berperan sebagai fungistatis, dan bahkan dapat memperlihatkan sifat sebagai fungisida terhadap organisme. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asam sorbat telah menjadi subjek yang diteliti dengan intensif. Metabolisme dari asam lemak rantai panjang tidak jenuh ini normal ditemukan dalam binatang. Hasil demonstrasi menunjukkan bahwa metabolisme asam sorbat dan asam kaproat yang serupa dengan yang terjadi dalam organisme binatang merupakan bukti yang tidak diragukan lagi akan tidak berbahayanya asam sorbat oleh banyak peneliti. Penggunaan zat pengawet ini di Amerika Serikat  diperbolehkan.    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Kamus Kimia (2002), Asam Sorbat (Sorbic Acid) adalah asam lemak tak jenuh berkarbon enam dengan dua ikatan rangkap yang digunakan sebagai bahan penghambat pertumbuhan jamur (Fungistaik) dalam makanan, tidak berbahaya dan dapat dimetabolisasi oleh tubuh.&lt;br /&gt;Rumus Struktur Kimia Asam Heksadienoat adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penggunaan Asam Sorbat dalam pengawetan Dangke adalah dalam rangka mencegah pangan dari kemungkinan cemaran biologis, kimia, dan benda lain yang dapat mengganggu, merugikan, dan membayakan kesehatan manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa senyawa racun yang dihasilkan oleh organisme sehingga menyebabkan intoksikasi adalah bakteri Clostridium botulinum, Staphlyococcus aureus, dan Pseudomonas cocovenns.Sedang  dari kapang ,biasanya disebut mikotoksin yaitu Aspegillus flavous, Penicillium sp,dan lain sebagainya. Sehingga dalam upaya menjaga kondisi dangke agar tetap bisa dikonsumsi lebih lama dan tentunya akan sangat membantu penyebarannya adalah dengan menambahkan pengawet Asam Sorbat. Adapun tata cara penggunaan Asam Sorbat (Sorbic Acid) dalam pengawetan Dangke adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;1. Susu yang masih baik atau belum pecah diukur volumenya sesuai dengan kebutuhan.&lt;br /&gt;2. Dimasukkan kedalam wadah yang akan digunakan untuk memanaskan.&lt;br /&gt;3. Lalu susu tersebut dipanaskan sampai mendidih dan ditambahkan enzim papain sedikit demi sedikit sampai membentuk gumpalan dan tidak meluap lagi.&lt;br /&gt;4. Setelah terjadi gumpalan, maka gumpalan tersebut diambil dan dimasukkan kedalam cetakan sambil ditekan – tekan hingga airnya keluar.&lt;br /&gt;5. Pada saat gumpalan tersebut mengeras dan dikeluarkan dari cetakan, kemudian direndam  kedalam asam sorbat sesuai kadarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bentuk asam sorbat yang digunakan umumnya berupa garam Na-sorbat dan K-sorbat. Sorbat sangat aktif pada pH di atas 6,5 .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mekanisme asam sorbat dalam mencegah pertumbuhan mikroba adalah dengan mencegah kerja enzim dehidrogenase terhadap asam lemak. Struktur  -diena pada asam sorbat dapat mencegah oksidasi asam lemak oleh enzim tersebut. Sebaliknya hewan tingkat tinggi dapat memetabolisasi asam sorbat seperti asam lemak biasa (Winarno: 1986). Asam sorbat dengan ikatan rangkapnya akan melindungi dangke dari serangan mikroorganisme yang akan tumbuh pada bahan pangan tersebut. Mikroorganisme akan berusaha melawan proteksi asam sorbat sampai akhirnya ikatan rangkap pada sorbat akan putus, sehingga kalau ikatan rangkap pada asam sorbat sudah putus maka mikroorganisme akan mulai tumbuh. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Manfaat Dangke Sebagai Bahan Pangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dangke merupakan bahan yang umum digunakan untuk berbagai hidangan atau bahan makanan pada rumah tangga di negara-negara tropik. Di India terdapat makanan sejenis dangke yang dikenal dengan nama dahi, yang sudah dikenal semenjak ratusan tahun yang lalu. Secara tradisional dahi banyak digunakan dalam pengobatan penyakit  ringan (Naiola dalam Fajar,A.:1995). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Indonesia umumnya susu kerbau diolah untuk beberapa keperluan. Seperti di Aceh, susu kerbau dibuat semacam mentega dan minyak samin, di Sumatera Utara dibuat dali yang biasanya dimakan bersama gula aren. Dalam dangke terdapat zat gizi yang diperlukan tubuh (khususunya protein dan lemak) ternyata lebih tinggi dibanding  dengan kandungan yoghurt.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tabel 1.4. Komposisi Kimia Dangke dan Yoghurt&lt;br /&gt;Komposisi Kimia&lt;br /&gt;Dangke Yoghurt&lt;br /&gt;Kadar Air (%) 84,35 90,78&lt;br /&gt;Protein (%) 5,93 3,91&lt;br /&gt;Lemak (%) 5,42 0,07&lt;br /&gt;Karbohidrat (%) 3,34 4,32&lt;br /&gt;pH 4,10 3,40&lt;br /&gt;Keasaman Tertitrasi&lt;br /&gt;(sebagai asam laktat) 1,28 1,49&lt;br /&gt;Sumber: Yudoamijoyo dalam Fajar,A. (2004)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB VI&lt;br /&gt;PENUTUP&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Kesimpulan&lt;br /&gt;Kesimpulan yang dapat diangkat pada karya tulis ini adalah :&lt;br /&gt;1. Pengawetan dangke dengan asam sorbat lebih efektif memberikan perlindungan daripada pengawetan dengan garam dapur.&lt;br /&gt;2. Dangke dapat dimanfaatkan sebagai makanan pangan sumber lemak dan protein yang cukup untuk memenuhi kebutuhan gizi dalam tubuh manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Saran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan kesimpulan yang telah dikemukakan diatas, maka penulis menyarankan hal-hal sebagai berikut:&lt;br /&gt;1. Kepada Akademisi untuk mengkaji lebih dalam tentang konsentrasi maksimum zat penggumpal yang harus ditambahkan pada susu untuk memperoleh dangke yang bermutu baik.&lt;br /&gt;2. Kepada masyarakat untuk menggunakan  Asam Sorbat (sorbic acid) Dalam Pengawetan Dangke  supaya distribusi produksi Dangke bisa lebih meluas dan dinikmati oleh masyarakat luas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anonim . 1996.UU. Pangan.Diakses dari Internet   &lt;br /&gt;       www.deptan.go.id/HomePageBBKP/Riau/uu_pangan_no_7_th__1996.htm&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buckle.1985. Penerjemah Purnomo dan Adiono.  Ilmu pangan . Jakarta: UI press&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Departemen Pendidikan Dan Kebudayaan. 2002. Kamus Besar Bahasa Indonesia.     &lt;br /&gt;       Jakarta: Balai Pustaka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Departemen Pendidikan Dan Kebudayaan. 2002. Kamus Kimia.&lt;br /&gt;       Jakarta: Balai Pustaka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Djatmiko.2001. Pepaya,Budidaya Guna dan Hasil Olahannya. Seri Usaha Pekarangan. Jakarta: Jasa Guna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eckles, Combs, Macy. 1975. Milk and Milk Products 4 thEdition. &lt;br /&gt;       New Delhi: McGraw-Hill _ Company Ltd. Bombay.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fajar.A. 2004. Potensi dangke sebagai alternatif pangan sumber probiotik. &lt;br /&gt;       Makalah. Makassar:UNM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ishak Elly. 1985. Ilmu dan Teknologi Pangan. &lt;br /&gt;       Ujung pandang: Badan kerja sama perguruan Tinggi Negeri Indonesia Timur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasmiati. 1997. Pengaruh Penambahan Garam Dapur dan Lama perendaman &lt;br /&gt;       terhadap daya tahan dangke selama penyimpanan. Skripsi. Makassar: UNM. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;¬¬¬¬¬¬¬¬¬¬¬¬_______. 2001. Getah Pepaya sebagai penghasil Enzim Dalam Pembuatan &lt;br /&gt;       Dangke. Karya Tulis Mahasiswa. Makassar: UNM. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marsoeki, A. 1978. Penulisan Peningkatan Mutu Dangke. &lt;br /&gt;       Ujungpandang : Departemen Perindustrian.Balai Penulisan Kimia &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Winarno.1983. KerusakanBahan Pangan dan Cara Pencegahannya. &lt;br /&gt;       Jakarta: Chalia Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Winarno. 1986. Kimia Pangan dan Gizi.&lt;br /&gt;       Jakarta: Gramedia&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5831510211230109893-6443322627119468300?l=andifajarasti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://andifajarasti.blogspot.com/feeds/6443322627119468300/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5831510211230109893&amp;postID=6443322627119468300&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5831510211230109893/posts/default/6443322627119468300'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5831510211230109893/posts/default/6443322627119468300'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://andifajarasti.blogspot.com/2007/09/pengawetan-dangke-dengan-asam-sorbat.html' title='Pengawetan Dangke Dengan Asam Sorbat'/><author><name>andifajarasti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00652890503651153347</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_bK8cG64nMw0/R4hkgmDcPEI/AAAAAAAAADs/rYJZOZHPbVk/S220/Copy+of+SA403244.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_bK8cG64nMw0/RujSCW98LoI/AAAAAAAAAC4/1bhLrZKpl5c/s72-c/gelap.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5831510211230109893.post-9134776518309601374</id><published>2007-09-12T22:46:00.000-07:00</published><updated>2008-12-11T09:58:36.158-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tiga Pilar Daerah Kerja'/><title type='text'>Deskripsi Diaqnosa Institute</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_bK8cG64nMw0/RujP1G98LnI/AAAAAAAAACw/ZQpgt1h8L6Q/s1600-h/Logo.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://3.bp.blogspot.com/_bK8cG64nMw0/RujP1G98LnI/AAAAAAAAACw/ZQpgt1h8L6Q/s320/Logo.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5109562288562253426" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;PROGRAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Pendampingan Masyarakat&lt;br /&gt;• Melaksanakan Pendidikan dan Pelatihan kepada masyarakat dalam hal pelibatan masyarakat dalam pembangunan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PROGRAM ADVOKASI KEBIJAKAN PUBLIK ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Investigasi dan pemantauan kebijakan publik&lt;br /&gt;• Melakukan advokasi bersama rakyat&lt;br /&gt;• Pemantauan parlemen dan pemerintahan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PROGRAM PENDIDIKAN DAN RISET ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Pendidikan dan pelatihan bagi tenaga kependidikan dalam rangka peningakatan mutu pendidikan &lt;br /&gt;• Seminar, workshop peningkatan mutu pendidikan &lt;br /&gt;• Pembentukan lembaga pendidikan dan bimbingan&lt;br /&gt;• Pelatihan riset&lt;br /&gt;• Melakukan kerja sama dengan lembaga penelitian dalam pelaksanaan riset ilmiah terhadap masalah yang berkaitan pembangunan daerah&lt;br /&gt;• Pendataan potensi sumber daya pembangunan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;APA FUNGSI DI ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Pendidikan dan riset&lt;br /&gt;• Advokasi kebijakan publik&lt;br /&gt;• Pemberdayaan masyarakat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MENGAPA ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Rendahnya partisipasi masyarakat dalam proses pembangunan &lt;br /&gt;• Belum tepatnya sasaran program kebijakan pemerintah&lt;br /&gt;• Belum terciptanya tranparansi kebijakan pemerintah terutama yang berhubungan dengan publik&lt;br /&gt;• Kurangnya kegiatan riset sebagai landasan pengambilan kebijakan&lt;br /&gt;• Belum maksimalnya pengelolaan sumber daya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;VISI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mendorong pembangunan yang berkeadilan demi terwujudnya masyarakat sejahtera”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;APA ITU DI?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Lembaga nirlaba yang fokus pada kegiatan studi dan partisipasi pembangunan daerah yang meliputi : pendidikan dan riset, advokasi kebijakan publik dan pemberdayaan masyarakat&lt;br /&gt;• Dikelolah oleh komunitas masyarakat yang berasal dari berbagai disiplin ilmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DI&lt;br /&gt;Lembaga pengembangan Penelitian, Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Motto : Bersama Rakyat Membangun Bangsa&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5831510211230109893-9134776518309601374?l=andifajarasti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://andifajarasti.blogspot.com/feeds/9134776518309601374/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5831510211230109893&amp;postID=9134776518309601374&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5831510211230109893/posts/default/9134776518309601374'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5831510211230109893/posts/default/9134776518309601374'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://andifajarasti.blogspot.com/2007/09/deskripsi-diaqnosa-institute.html' title='Deskripsi Diaqnosa Institute'/><author><name>andifajarasti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00652890503651153347</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_bK8cG64nMw0/R4hkgmDcPEI/AAAAAAAAADs/rYJZOZHPbVk/S220/Copy+of+SA403244.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_bK8cG64nMw0/RujP1G98LnI/AAAAAAAAACw/ZQpgt1h8L6Q/s72-c/Logo.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5831510211230109893.post-7117719639118302952</id><published>2007-09-12T22:42:00.000-07:00</published><updated>2008-12-11T09:58:36.373-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Republik BBM'/><title type='text'>AdikNya</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_bK8cG64nMw0/RujOIm98LmI/AAAAAAAAACo/UWLaD8N4q5A/s1600-h/SA403264.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_bK8cG64nMw0/RujOIm98LmI/AAAAAAAAACo/UWLaD8N4q5A/s320/SA403264.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5109560424546446946" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;"Republik BBM bersama pengamat Pendidikan dan Adiknya"&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5831510211230109893-7117719639118302952?l=andifajarasti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://andifajarasti.blogspot.com/feeds/7117719639118302952/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5831510211230109893&amp;postID=7117719639118302952&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5831510211230109893/posts/default/7117719639118302952'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5831510211230109893/posts/default/7117719639118302952'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://andifajarasti.blogspot.com/2007/09/adiknya.html' title='AdikNya'/><author><name>andifajarasti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00652890503651153347</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_bK8cG64nMw0/R4hkgmDcPEI/AAAAAAAAADs/rYJZOZHPbVk/S220/Copy+of+SA403244.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_bK8cG64nMw0/RujOIm98LmI/AAAAAAAAACo/UWLaD8N4q5A/s72-c/SA403264.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5831510211230109893.post-748001168947479149</id><published>2007-09-12T22:04:00.000-07:00</published><updated>2007-09-12T22:09:03.345-07:00</updated><title type='text'>^_^</title><content type='html'>keadilan Allah&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.hidayatulla.com"&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5831510211230109893-748001168947479149?l=andifajarasti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://andifajarasti.blogspot.com/feeds/748001168947479149/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5831510211230109893&amp;postID=748001168947479149&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5831510211230109893/posts/default/748001168947479149'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5831510211230109893/posts/default/748001168947479149'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://andifajarasti.blogspot.com/2007/09/blog-post.html' title='^_^'/><author><name>andifajarasti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00652890503651153347</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_bK8cG64nMw0/R4hkgmDcPEI/AAAAAAAAADs/rYJZOZHPbVk/S220/Copy+of+SA403244.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5831510211230109893.post-6297511067549482603</id><published>2007-09-12T21:54:00.000-07:00</published><updated>2007-09-12T22:01:17.398-07:00</updated><title type='text'>Alamamaterku</title><content type='html'>Almamaterku Akan berganti Nahkoda lagi akankah ada perubahan dibumi Orange ini.&lt;br /&gt;Apapun yang terjadi kampus itu telah memberiku banyak pengalaman hidup yang pasti tak akan hilang dari memoriku&gt;&gt;&gt;&gt;&lt;br /&gt;Skarang posisiku dikota Budaya Senyum"""&lt;br /&gt;dari Sini juga memberiku banyak kata-kata untuk berbicara saat kembaliku nanti^^^ dan Pasti akan kuceritkan/??&lt;br /&gt;siapapun terpilih kuharap ada perubahan besar dikampus ku walau telah banyak mendapat Pelampiasan kekecewaan untuk Dunia Makassar dan itulah AKUMULASI&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5831510211230109893-6297511067549482603?l=andifajarasti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://andifajarasti.blogspot.com/feeds/6297511067549482603/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5831510211230109893&amp;postID=6297511067549482603&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5831510211230109893/posts/default/6297511067549482603'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5831510211230109893/posts/default/6297511067549482603'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://andifajarasti.blogspot.com/2007/09/alamamaterku.html' title='Alamamaterku'/><author><name>andifajarasti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00652890503651153347</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_bK8cG64nMw0/R4hkgmDcPEI/AAAAAAAAADs/rYJZOZHPbVk/S220/Copy+of+SA403244.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5831510211230109893.post-7144104136241364011</id><published>2007-09-12T21:50:00.000-07:00</published><updated>2007-09-12T21:53:22.600-07:00</updated><title type='text'>pasti</title><content type='html'>"Sebuah Peradaban Pasti Akan  Berganti"&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5831510211230109893-7144104136241364011?l=andifajarasti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='enclosure' type='' href='http://www.dikti.org' length='0'/><link rel='enclosure' type='' href='http://www.google.com' length='0'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://andifajarasti.blogspot.com/feeds/7144104136241364011/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5831510211230109893&amp;postID=7144104136241364011&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5831510211230109893/posts/default/7144104136241364011'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5831510211230109893/posts/default/7144104136241364011'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://andifajarasti.blogspot.com/2007/09/pasti.html' title='pasti'/><author><name>andifajarasti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00652890503651153347</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_bK8cG64nMw0/R4hkgmDcPEI/AAAAAAAAADs/rYJZOZHPbVk/S220/Copy+of+SA403244.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
